Umat Hindu Siapkan Pawai Ogoh-ogoh

Kompas.com - 23/02/2011, 20:49 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Umat Hindu di Kota Semarang menyiapkan pawai ogoh-ogoh dan karnaval budaya dengan melibatkan berbagai grup kesenian tradisional setempat pada 27 Februari 2011 untuk menyambut Hari Raya Nyepi.

Ketua Panitia Nyepi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, I Kade Winaya, Rabu (23/2/2011) mengatakan, kegiatan itu mulai sekitar pukul 14.00 WIB dari halaman Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda melewati Jalan Pandanaran, dan berakhir di Lapangan Simpanglima.

Beberapa grup kesenian tradisional yang akan memeriahkan kegiatan itu antara lain jatilan, barongsai, musik rebana, dan warak ngedok.

Saat peserta pawai tiba di Lapangan Simpanglima, akan dilanjutkan dengan atraksi berbagai kesenian termasuk pentas tarian Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan itu, rencananya berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. "Ini salah satu sumbangsih umat Hindu di Semarang untuk mewujudkan tujuan perdamaian dari berbagai perbedaan, berbagai kepentingan untuk mewujudkan keselarasan ke atas, ke samping, dan ke bawah," katanya.

Panitia mendatangkan tiga ogoh-ogoh untuk pawai itu dari Bali yakni Ogoh-Ogoh Celuluk, Butho, dan Pang (gundul).

"Dalam acara tersebut tidak hanya budaya dari Bali tetapi juga ada budaya lokal seperti gunungan dan lintas agama dengan adanya rebana dan barangsai," katanya.

Pada Minggu (27/2/2011) pagi umat menjalani prosesi Melasti berupa pengambilan air suci dari laut di Pantai Marina Semarang.

Seksi Hubungan Masyarakat Panitia Nyepi PHDI Kota Semarang, Nyoman Romangsi, mengatakan, prosesi Melasti di Pantai Marina juga diikuti umat Hindu berasal dari luar kota itu seperti Salatiga, Kendal, Grobogan, Jepara, Kudus, dan Pati.

"Sejak lima tahun terakhir acara Melasti diikuti dari berbagai pura, tidak hanya dari Kota Semarang tetapi juga dari luar daerah," katanya.

Puncak Hari Raya Nyepi jatuh pada Sabtu, 5 Maret 2011, seluruh umat Hindu melakukan kontemplasi dan yoga-samadhi di rumah masing-masing mulai pukul 06.00 WIB hingga Minggu pukul 06.00 WIB.

"Puncak kegiatan adalah acara Dharma Shanti atau bagi umat muslim disebut halal bihalal. Acara Dharma Shanti dilaksanakan 13 Maret 2011 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau