Fenomena Kekuatan Misteri Alam Manusia

Kompas.com - 24/02/2011, 09:12 WIB

oleh: The Steven Eric Lazuardi

Dalam ilmu fengShui China Kuno, Kayu merupakan elemen yang mudah rapuh. Kayu memberikan makna atau arti tersendiri dimana ranting pohon–pohon yang bercabang yang mudah patah dan tumbuh kembali. Fenomena kekuatan alam terhadap elemen Kayu memberikan kesempatan untuk jiwa wirausaha berkembang satu sama lainnya.

Ranting–ranting pohon bercabang selalu tumbuh, memiliki arti tersendiri yakni brilliant ideas in any conditions. Akan tetapi ide–ide yang banyak tersebut, ternyata tidak kuat dengan terpaan angin kencang dari luar. Perihal yang paling fatal adalah akibat dari patahnya dahan–dahan yang bercabang sebagai akibat dari tiupan angin yang kencang.

Dahan–dahan yang patah dan tumbuh, mewakili kondisi dunia internasional, termasuk kondisi dalam negeri yang mana banyak terjadi konflik saling timpa tindih selama dua tahun terakhir ini. Berbagai kasus bermunculan, saling menuding dan berkhianat satu dengan lainnya.

Publik merasa dibohongi, semua kedok yang selama ini terselubung dengan rapi dan jauh dari perhatian publik pada akhirnya terbongkar juga. Kasus mafia pajak, kasus hukum, kasus pornography dan lain–lainnya. Demikian juga dengan muka baru yang sama sekali tidak pernah dikenali publik akhirnya bermunculan juga.

Seperti bintang yang terkenal lewat media internet Mbah Surip, Justin Bieber, Keong Racun dan lain–lainnya. Belum lagi kita melihat krisis Mesir dan Libya, dimana sebelumnya diawali dengan krisis amerika dan eropa. Ekonomi dunia menjadi wait and see.

Pengusaha besar dunia mengambil sikap untuk membuka investasi mereka di Asia, China, India dan Indonesia. Inilah peluang yang terbuka sekarang yang dialami oleh salah satu negara di asia, yakni Indonesia. Menjalin kerjasama dengan orang – orang asing investor dunia.

Tahun Kelinci 2011 merupakan tahun dengan elemen Kayu unsur Yin negatif (-), spekulasi untuk menjatuhkan pesaing bisnis seprofesi sangat rentan terjadi pada tahun ini. Indikasi kejahatan dalam dunia bisnis berkembang pesat. Berbagai cara licik bermunculan, penuh dengan siasat penipuan bisnis. Oleh karena itu, berhati hatilah ketika ada penawaran kerja maupun usaha yang mendatangkan uang dengan cepat. Komunitas penipuan bermunculan dimana – mana.

Properti dengan konsep yang tidak jelas, contohnya rusunami, yang mana sekarang tidak berjalan lancar. Bangunan dengan konsep subsidi akhirnya dikembalikan menjadi konsep regular. Masih banyak lagi properti yang berhenti, dan pada akhirnya mengecewakan para konsumen. Janji muluk berada di sekitar kehidupan kita.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, “apakah kita semua masih mempunyai prospek cerah dalam berkarir?”. Elemen Kayu tahun 2011 memberikan peluang tersendiri untuk kita semua. Sekalipun unsur Yin (-) berada didalam tahun ini, namun kita harus berpikir positif. Sentimen negatif terkadang memberikan peluang yang luar biasa, asal kita semua mau berpikir sejenak untuk maju. Kemajuan usaha sektor mikro akan mengalami kemajuan 2 tahun belakangan ini.

Sebagai contohnya adalah usaha warteg pinggiran jalan dan sejenisnya. Tahun 2010, usaha mikro, atau dikenal sebagai warteg ini mendapatkan perhatian dari Pemda Jakarta. Warteg mau dikenakan pajak. Namun karena banyak yang menentang dan tidak setuju dari masyarakat, maka program pajak pun akhirnya diberhentikan. Lahan-lahan yang semula kosong, jarang ada yang mau nempati, sekarang menjadi incaran dari para pedagang kaki lima.

Apabila kita jeli, maka hidup kita akan berubah. Elemen Kayu menghidupkan energi Api yang sangat diperlukan oleh kompor api dalam memasak. Oleh karena itu, banyak tempat yang menjual makanan menjadi pusat keramaian. Jalan-jalanlah ke foodmall, mal dengan konsep berkumpulnya para pedagang makanan. Pengunjungnya selalu ramai, bahkan sampai jam siang waktunya makan siang, restoran makanan tersebut selalu kehabisan tempat untuk para pengunjungnya. Lahan parkir mobil pun selalu kekurangan dan ujung – ujungnya berebutan tempat parkir.

Foodmall yang bisa dikunjungi sebagai pedoman untuk belajar berinvestasi dalam dunia makanan adalah contohnya Cilandak Town Square Jakarta, Tee Square Jakarta, Setiabudi One Jakarta, Surabaya Town Square Surabaya dan masih banyak tempat lagi yang bisa kita kunjungi. Yang jelas, belajarlah investasi dengan modal kecil dengan keinginan mempunyai lahan properti sendiri, sekalipun lahannya kecil.

*) The Steven Eric Lazuardi, konsultan Hokiplus

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau