Chelsea Bukan Pesaing MU

Kompas.com - 01/03/2011, 03:29 WIB

LONDON, SENIN - Duel big match Chelsea lawan Manchester United selalu panas, tetapi laga kali ini lebih panas berkat perang urat saraf kedua belah pihak. Menjelang duel Liga Inggris di Stamford Bridge, Selasa (1/3), Pelatih MU Sir Alex Ferguson telah mencoret Chelsea dari perebutan gelar juara.

Pada Jumat lalu Ferguson menyatakan, hanya timnya dan Arsenal yang bisa juara musim ini. Pernyataan itu direspons Chelsea lewat situsnya, Senin (28/2), yang menegaskan penilaian pelatih MU tersebut tidak relevan.

MU tidak tertandingi di puncak klasemen sementara dengan nilai 60, atau empat poin di atas Arsenal. Sementara Chelsea di peringkat kelima dan jauh terpaut 15 poin di bawah mereka.

Laga ini untuk pertama kali dalam beberapa tahun terakhir mempertemukan Chelsea dan MU, tidak dalam persaingan perebutan gelar juara. Selisih 15 poin di antara mereka membuat duel kali ini, bagi Chelsea, lebih untuk memulihkan diri masuk ”Empat Besar” (The Big Four) bersaing dengan Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Sejak tahun 2002, setahun sebelum diambil alih Roman Abramovich, Chelsea tidak pernah mengakhiri musim kompetisi di luar ”Empat Besar”. Nasib Chelsea bergantung kepada mereka sendiri mengingat tim asuhan Pelatih Carlo Ancelotti itu masih akan menjamu City dan Spurs serta tandang ke markas MU.

”Ini laga yang harus kami menangi dan suporter pasti akan mendukung habis-habisan. Jika kami menang, siapa tahu hal itu akan sedikit menekan mereka (MU) dan tim-tim di sekitar kami,” kata John Terry, bek Chelsea, dalam situs klubnya.

Aspek nonteknis

Para pemain Chelsea harusnya bisa tampil lebih bugar karena memiliki istirahat lebih panjang daripada MU, yang Sabtu lalu menang 4-0 di kandang Wigan Athletic. Namun, masalah kebugaran bukan satu-satunya faktor penentu hasil laga.

Hal-hal kecil, seperti kemampuan menangani isu media, juga penting. Bek kiri Chelsea, Ashley Cole, ramai diberitakan pers Inggris menembak anggota staf klub dengan senapan angin. Chelsea menyatakan akan menyelesaikan kasus itu secara internal. Namun, kepolisian Surrey menegaskan akan menyelidiki kasus tersebut.

Di kubu MU, media menyorot soal bebasnya striker Wayne Rooney dari hukuman atas insiden menyikut pemain Wigan, James McCarthy. Dalam hal ini, MU beruntung karena Ferguson memiliki beberapa pilihan dalam menentukan formasi lini depan.

Lini depan MU tak mengkhawatirkan setelah tiga striker mereka terus tajam, termasuk Javier Hernandez, yang mencetak dua gol dari kemenangan 4-0 atas Wigan. Namun, dengan bebasnya Rooney dari hukuman, Ferguson sepertinya kembali memercayakan lini depannya kepada duet Rooney-Dimitar Berbatov.

Tantangan Torres

Hal berbeda dialami Chelsea, yang belum menemukan ketajaman meski sudah merekrut Fernando Torres dari Liverpool dengan transfer termahal di Inggris Raya. Striker timnas Spanyol itu masih mandul meski diperkirakan turun starter terkait catatan dua golnya ke gawang MU saat bersama Liverpool.

”Saat Anda menghadapi klub hebat yang punya pemain-pemain top dan MU seperti itu, mereka punya bek tengah brilian dan selalu tampil dengan motivasi tinggi,” ujar Torres.

Yang membedakan MU dari Chelsea agaknya ketangguhan lini belakang. Barisan bek Chelsea tidak sekokoh MU, yang tidak diperkuat Rio Ferdinand (cedera paha).

Hal itu terlihat pada beberapa laga domestik terakhir, seperti saat Chelsea ditekuk Liverpool, 0-1, di kandang dan dipaksa Everton adu penalti pada laga putaran keempat Piala FA.

Sementara itu, pada laga Senin dini hari WIB, Manchester City tertahan 1-1 saat menjamu Fulham. City memimpin dulu lewat gol striker Mario Balotelli pada menit ke-26. Tiga menit setelah turun minum, Damien Duff menggagalkan keunggulan itu. Hasil seri ini membuat kans City untuk juara menipis.  (AP/REUTERS/SAM)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau