Bolivia

400 Rumah Tertimbun Longsor

Kompas.com - 01/03/2011, 04:13 WIB

La Paz, Senin - Hujan lebat menyebabkan sebuah bukit longsor dan menimbun sebuah kawasan miskin di La Paz, ibu kota Bolivia, Minggu (27/2). Longsor itu meretakkan jalan-jalan, menghancurkan sedikitnya 400 rumah, dan mengubur harta benda warga di bawah lumpur dan puing-puing.

Sejauh ini tidak tercatat ada korban jiwa. Namun, Wali Kota La Paz Luis Revilla mengatakan, kerusakan fisik yang disebabkan longsor di kawasan Callapa itu cukup signifikan.

Edwin Herrera, juru bicara pemerintah kota La Paz, menyebutkan, longsor tepat pada akhir pekan itu merupakan bencana alam terburuk yang pernah dialami La Paz. Herrera menambahkan, tanah masih terus longsor menuruni bukit.

”Sejauh ini kita berbicara mengenai 5.000 (orang) yang terkena dampaknya. Namun, longsor itu juga memengaruhi kawasan-kawasan di daerah yang lebih rendah,” katanya.

Herrera mengatakan, sekitar 400 rumah yang tersapu longsor itu berada di kawasan seluas 80 sampai 100 hektar.

Terhindar

Korban jiwa terhindarkan karena warga mulai mengevakuasi diri pada Sabtu malam. Warga bergegas mengungsi ketika bukit yang tidak lagi bisa menyerap air karena hujan berkepanjangan itu mulai longsor. Retakan muncul di jalan dan dinding rumah warga.

”Tetangga-tetangga saya berlarian kebingungan dan menyuruh saya keluar,” kata Maria Elena Siles, ibu dari tiga remaja. ”Saya melihat ke luar jendela dan tidak ada lagi rumah di kiri atau kanan rumah saya.”

Siles berhasil menyelamatkan diri sebelum akhirnya bukit itu runtuh pada Minggu pagi.

Menjelang siang, di tengah gerimis, sebagian warga berusaha menyelamatkan perabot rumah tangga dan harta benda lainnya. Namun, longsoran terus terjadi menyapu lebih banyak rumah dan polisi menutup daerah itu karena dianggap terlalu berbahaya.

Sementara itu, petugas dengan peralatan berat mencoba mencegah longsor tanah menutupi aliran sungai di bawahnya.

Menteri Pertahanan Bolivia Ruben Saavedra mengatakan, tentara dimobilisasi untuk membantu upaya evakuasi dan pemulihan.

Longsor merupakan hal biasa di La Paz, yang terletak sekitar 3.640 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi bukit-bukit yang tertutup oleh permukiman kumuh. (AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau