Gubernur Lampung: JSS Solusi Kemacetan

Kompas.com - 01/03/2011, 21:40 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP mengatakan, pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) merupakan solusi permanen mengatasi stagnasi kendaraan yang sering terjadi di Merak Bakauheni.

"Sekarang dan ke depan, pelabuhan penyeberangan Merak Bakauheni semakin sulit mengimbangi lonjakan kendaraan. Pembangunan (JSS) harus dimulai. Bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak cucu kita ke depan," katanya, Selasa (1/3/2011) menyikapi seringnya terjadi kemacetan di Merak-Bakauheni akhir-akhir ini.

Menurut dia, JSS merupakan sebuah mega-proyek yang membutuhkan dana besar, setidaknya Rp 100 triliun. "Kalau hanya mengandalkan APBD Lampung saja, butuh waktu 50 tahun. APBD Lampung hanya Rp 2 triliun tiap tahun. Maka dari itu perlu ada investasi asing. Untungnya, sudah ada dari China yang bersedia," ujarnya.

Ia meyakini, pembangunan JSS bukanlah hal yang mustahil di tengah banyaknya pesimisme yang muncul. "JSS ini idenya bukan dari saya. Melainkan, sudah ada sejak zaman Bung Karno masih ada. Investor sudah ada, Presiden juga sudah membentuk Kepres (pembangunan JSS)," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau