Asia champion league

WNI di Jepang Siap Jadi Suporter Arema Malang

Kompas.com - 02/03/2011, 15:51 WIB

OSAKA, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu 2 Maret 2011 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh Warga Negara Indonesia yang tinggal di Jepang, khususnya yang tinggal di daerah Kansai (Osaka, Kobe dan Kyoto) untuk menjadi suporter duel antara dua kesebelasan yaitu Arema Malang Indonesia dan Cerezo Osaka Jepang.

Tori Minamiyama, salah seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang dan menulis laporannya di media sosial Kompasiana, menyebutkan, dua kesebelasan tersebut melakukan pertandingan dalam rangka Asia Champion League (ACL) 2011 Putaran Pertama. Arema akan dijamu tuan rumah Cerezo Osaka di Nagai Stadium Osaka, Rabu malam ini waktu setempat.

Pertandingan rencananya akan dimulai pukul 19:00 Waktu Jepang atau pukul 17.00 WIB di tengah dinginnya suhu Jepang yang cukup menggigit. "Pagi hari ini saja suhu sekitar 5 derajad celcius, dan diperkirakan malam ini dingin juga suhu di dalam Stadion Nagai. Suhu udara yang tergolong memberatkan untuk orang Indonesia. " tulis Tori.

Selanjutnya Tori Minamiyama, warga yang menjadi citizen reporter itu melaporkan...

Para pemain Arema sudah bisa menyesuaikan dengan dinginnya suhu Jepang sejak kedatangan mereka tanggal 28 Januari 2011 yang lalu, tetapi dalam permainan nanti malam apakah mereka bisa benar-benar mengatasi keadaan suhu ditambah lihainya permainan tim Cerezo Osaka?

Lain halnya dengan kondisi para pemain tim Arema asal Malang ini, warga Indonesia yang akan menjadi suporter tim “Singo Edan” itupun pastinya juga akan merasakan dinginnya suhu nanti malam di stadion Nagai Osaka.

Mengamati perkembangan suporter Indonesia yang akan menyemangati pertarungan Arema melawan Cerezo nanti malam, sunguh luar biasa. Hal ini bukan hanya dinilai dari jumlah mereka yang akan datang tetapi mereka pasti akan berjuang juga melawan udara dingin Jepang, jarak yang harus ditempuh menuju Stadion dan mengatur jadwal kerja supaya bisa datang tepat waktu ke Stadion Nagai.

Seperti diketahui bersama hari ini bukan hari libur di Jepang saat dimana pertandingan antarklub paling elite se-Asia itu harus dilangsungkan. Diantara para suporter Warga Indonesia itu kebanyakan merupakan pegawai magang yang mana mereka harus pulang sekitar jam 7 malam dari perusahaan tempat mereka bekerja. Untuk bisa menyaksikan pertandingan itu dipastikan mereka harus berusaha pulang dari bekerja sebelum jam tersebut.

Kabar yang didengar penulis, ada beberapa mahasiswa asal Indonesia yang akan menyaksikan pertandingan tersebut datang dari kota Tokyo dan Hiroshima. Jarak Kota tersebut terhitung sangat jauh dari Osaka, kira-kira 5-7 jam perjalanan darat. Keinginan kuat untuk mendukung Tim Arema yang tahun ini merupakan tim wakil Indonesia di ajang Asia Champion League itu ternyata tidak menjadi hambatan buat mereka. Banyak juga suporter Indonesia yang akan datang menyaksikan pertandingan tersebut dari berbagai kota yang jaraknya tergolong tidak dekat. Begitulah bila arwah bola sudah merasuki para superternya.

Selain itu harga tiket yang cukup mahal juga tidak akan mempengaruhi minat suporter asal Indonesia untuk menyaksikan pertandingan. Tiket untuk tribun khusus yang akan diduduki para suporter Indonesia nantinya dijual dengan harga normal 2500 Yen (sekitar Rp.250.000). Tetapi karena pihak tim Cerezo Osaka dan pengelola Nagai Stadium bekerja sama dengan Konsulat Jenderal rebublik Indonesia (KJRI) di Osaka, maka khusus suporter Indonesia akan mendapat potongan harga tiket menjadi 1000 Yen (sekitar Rp. 100.000) saja untuk penonton dewasa dan 500 Yen (sekitar Rp. 50.000) untuk penonton anak-anak tentunya bila menunjukkan gaikokujin toryokusho (KTP Jepang) atau paspor milik mereka.

Tim Arema diharapkan menang oleh banyak pihak termasuk para suporter Indonesia di Jepang. Tetapi banyak juga yang meragukannya akan memenangkan pertandingan melawan tim Cerezo Osaka ini karena kata pihak tim Arema sendiri bahwa pemain-pemain tim mereka kalah dari banyak segi dari pemain-pemain tim Carezo Osaka, misalnya kemampuan dan masalah teknis yang lain seperti pengalaman di lapangan dan beratnya bermain di suhu dingin.

Para suporter warga Negara Indonesia itu rupanya tidak mempedulikan tim Arema yang didukungnya itu akan menang atau kalah nantinya, tapi karena pertandingan tersebut merupakan kegiatan langka datanglah mereka ke stadion untuk menyaksikan pertandingan, mungkin juga sekedar bertemu sesama Warga Negara Indonesia dan teman-temannya untuk melepas kepenatan bekerja dan belajar di negeri sakura itu.

Terlepas dari semua itu tentunya sebagai Warga Negara Indonesia yang menonton sekaligus mendukung tim unggulannya yang juga dari negaranya sendiri, para suporter warga Indonesia di Jepang tentu saja mengharapkan Arema memenangkan pertandinga melawan kehebatan tim Cereso Osaka malam ini.

Diharapkan Miroslav Janu sebagai pelatih tim Arema mampu menyemangati para pemain asuhannya dan mampu membuktikan julukan "Singo Edan" sebagai tim tangguh demi kemajuan persepakbolaan dan kewibawaan Indonesia di mata masyarakat Internasional seperti di Jepang.

Selamat berjuang Arema, kami mendukungmu nanti malam di Osaka !

Gambatte Kudasai !

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau