10 Perilaku Membuat Cepat Tua

Kompas.com - 03/03/2011, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Operasi plastik mungkin cara tercepat untuk kembali muda dan sehat. Namun, itu bukan satu-satunya cara. Jika bisa mengoreksi perilaku yang tidak sehat itu, Anda dapat menahan laju jam penuaan.

Berikut ini 10 perilaku tidak sehat yang disebut para ahli anti-aging membuat cepat tua.

1.    Sering mengalami stres

Sejak zaman batu telah dikenal sering mengalami stres menjadikan tubuh sakit-sakitan. Elissa S. Epel, PhD, profesor psikiatri dari University of California di San Francisco, AS, memiliki bukti tingkat sel yang membuktikan bahwa stres berlebih memicu penuaan dini sistem kekebalan tubuh. Ibu anak-anak yang menderita sakit kronis ditemukan mengalami penuaan dini sel yang paling ekstrem.

Bagaimana cara mengatasinya? “Langkah pertama adalah menyadari bahwa Anda sedang stres dan memperhatikan tanda-tandanya seperti jantung berdebar-debar atau berkeringat,” jawab Epel. Cara singkat mengatasinya adalah melakukan pernapasan dalam yang sering disebut pernapasan diafragma. Cara jangka panjang adalah melakukan hal-hal menyenangkan yang mengurangi stres seperti berkebun, menyanyi, atau hobi menyenangkan lainnya.

2.    Minum terlalu banyak alkohol

Minum satu atau dua gelas alkohol dapat menurunkan risiko kematian karena sakit jantung. Demikian yang ditulis oleh American Journal of Epidemiology. Wanita disarankan membatasi minuman ini hanya satu gelas sehari, sedangkan lelaki cukup dua gelas karena lebih dari itu malah menaikkan risiko terkena stroke, kanker lever, tenggorokan, dan payudara.

3.    Kurang gerak

“Sebagian besar dari kita mengalami kecanduan kurang gerak,” kata William J. Evans, PhD, profesor kedokteran geriatrik, nutrisi, dan fisiologi dari University of Arkansas for Medical Sciences di Little Rock. Tahukah Anda, sedikit tambahan aktivitas itu dapat memperpanjang usia kita, mengurangi risiko kelebihan berat badan, stres, dan bahkan mengusir jauh-jauh penyakit alzheimer. Langkah pertama memulai gerak adalah memutuskan untuk jadi lebih aktif, misalnya parkir mobil agak jauh atau naik tangga ketimbang lift. Kalau ada waktu dan kesempatan lakukan aktivitas seperti jalan kaki selama 30 menit atau lebih lima kali seminggu.

4.    Terlalu banyak lemak jenuh

Lemak jenuh terdapat dalam daging merah, daging putih, susu, dan mentega dapat meningkatkan kolesterol jahat dan kolesterol total, sehingga membuat diri Anda berisiko kena penyakit jantung. Pilih lemak bagus yang terdapat dalam minyak zaitun seperti yang biasa diasup orang Perancis, Italia, dan di daerah seputar Laut Mediterania. Jaga agar asupan lemak jenuh tak lebih dari 10 persen total kalori harian.

5.    Merokok

Sementara di AS semakin menurun, jumlah perokok di Indonesia justru semakin meningkat. Padahal sudah ada peringatan dalam iklan rokok bahwa merokok itu bikin mandul, berisiko kena stroke, serangan jantung, kanker, dan lain-lain. Kulit pun jadi mudah berkerut kalau Anda merokok.

6.    Menghirup udara terpolusi

Udara yang terpolusi dapat menyebabkan batuk-batuk dan mata terbakar. Ini terkait dengan serangan asma dan penyakit saluran pernapasan. Bila Anda tinggal atau bekerja di lingkungan berudara buruk, usahakan tinggal di dalam ruangan lebih sering.

7.    Sering kena sinar matahari

Sering terpapar sinar matahari berisiko kena kanker kulit. Kena sinar matahari juga membuat kulit wajah jadi mudah berkeriput. Batasi agar tidak terlalu sering terpapar sinar matahari terutama di atas pukul 09.00 sampai 17.00. Jika terpaksa harus berpanas-panas ria, lindungi kulit dengan tabir surya ber-SPF paling tidak 15 untuk mengurangi risiko kanker kulit dan keriput.

8.    Kurang tidur

Jika Anda sering kurang tidur, waspadalah. Kurang tidur terkait dengan kegemukan, diabetes, tekanan darah tinggi, dan masalah memori, bahkan pada orang dewasa muda. Usahakan agar ruang tidur jadi tempat yang nyaman dan hanya untuk tidur. Pindahkan televisi dari ruang tidur ke ruang keluarga dan matikan lampu supaya tidur makin nyenyak.

9.    Kegemukan

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko kena penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Jangan pusing melihat banyak pilihan diet untuk menurunkan berat badan. Pilihlah diet yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda, sehingga menjalaninya dengan senang dan tidak terbebani.

10.    Terlalu banyak gula

Kelebihan gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan mungkin penyakit jantung. Gula dalam makanan kecil dan kue-kue setara dengan 12 sendok teh sehari untuk diet 2.200 kalori pada orang dewasa. Itu belum termasuk gula yang terkandung dalam minuman sehari-hari. Karena itu, kurangi gula dan tak perlu tambahkan gula dalam minuman Anda. Pilih camilan buah-buahan ketika ngidam makanan manis.  @ Diyah Triarsari


BACA JUGA : 7 Alasan Perlu Minum Air Kelapa

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau