Ahmadiyah

Makam Jemaah Ahmadiyah Dibongkar Orang

Kompas.com - 04/03/2011, 15:08 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Makam Ahmad Mulyadi (55) yang dikenal sebagai penganut Ahmadiyah di Desa Buni Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, dibongkar sekelompok orang yang tak dikenal.

"Kejadiannya kemarin, memang benar ada jemaah kami dari Cabang Buni Jaya yang makamnya dibongkar oleh pihak yang tidak dikenal, lalu jenazahnya dibiarkan begitu saja," kata mubalig Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Priangan Barat, Ahmad Sulaeman, di Bandung, Jumat (4/3/2011).

Ahmad mengatakan, dirinya baru mengetahui kabar adanya pembongkaran makam salah seorang jemaah Ahmadiyah pada Jumat pagi.

"Kabar mengenai hal ini baru saya dapatkan tadi pagi dari salah seorang jemaah Ahmadiyah Cabang Buni Jaya, Bandung Barat," ujarnya.

Menurutnya, jemaah Ahmadiyah yang makamnya dibongkar tersebut berasal dari Bogor. "Jenazah tersebut merupakan jemaah kami dari Kota Bogor, tapi keluarganya dari Desa Buni Jaya dan minta dimakamkan di sana," ujarnya.

Jenazah Ahmad Mulyadi, jemaah Ahmadiyah tersebut, dibawa hari Kamis (3/3/2011) dari Bogor untuk dimakamkan di TPU di Desa Buni Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.

Sekitar pukul 09.30 WIB jenazah dimakamkan, tak lama kemudian atau sekitar pukul 10.15 WIB sekelompok massa yang tidak dikenal menyuruh penjaga makam untuk membongkar makam tersebut dan dibiarkan begitu saja.

Kemudian pukul 12.00 WIB, perwakilan jemaah Ahmadiyah di Desa Buni Jaya menguburkan jenazah Ahmad Mulyadi di tanah wakaf milik jemaah Ahmadiyah di sana.

Sementara itu, Koordinator Jemaah Ahmadiyah Indonesia Priangan Barat, Rafiq Ahmad, menyesalkan kejadian yang menimpa salah seorang jemaahnya.

"Tentu saja kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kami harap ada tindakan hukum dari aparat, terlebih sekarang ada pergub. Katanya pergub ini juga akan memberikan hukuman bagi masyarakat yang melakukan tindakan kekerasan kepada jemaah Ahmadiyah," ujar Rafiq di Masjid Mubarak, di Jalan Pahlawan Bandung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau