Filipina

Pemberontak Bakar Bus, Dua Sopir Tewas

Kompas.com - 05/03/2011, 18:57 WIB

MANILA, KOMPAS.com — Dua sopir bus terbakar hingga tewas, Sabtu pagi di Filipina, ketika pemberontak komunis bersenjata membakar kendaraan-kendaraan mereka.

Satu kelompok kecil pria bersenjata menerobos masuk sebuah pangkalan bus di pulau terpencil Biliran sebelum Sabtu subuh dan menyiram bensin ke kendaraan-kendaraan yang diparkir, kata Inspektur Senior Alfredo Sabornido, kepala kepolisian provinsi itu.

"Pemilik kendaraan itu bangun dan melihat bus-busnya terbakar berusaha menyelamatkan sopir-sopirnya, yang tertidur dalam kendaraan-kendaraan itu," kata Sabornido kepada wartawan melalui telepon. "Kedua sopir itu terbakar hingga tewas." Tidak jelas apakah para penyerang mengetahui dua orang itu tidur dalam kendaraan sewaktu serangan itu.

Polisi kemudian menangkap dua tersangka di satu pos pemeriksaan, kata juru bicara kepolisian nasional Inspektur Kepala Agrimero Cruz. "Penyelidikan-penyelidikan awal menunjukkan bahwa para anggota NPA melakukan pemerasan," kata Cruz kepada wartawan.

Ia mengacu pada Tentara Rakyat Baru yang memiliki 5.000 anggota, yang melakukan pemberontakan selama 42 tahun di seluruh negara itu yang menewaskan ribuan orang. Para pejabat mengatakan, pemberontakan itu dibiayai terutama dari hasil pemerasan terhadap para pengusaha untuk apa yang mereka sebut "pajak revolusioner". Militer memperkirakan NPA memperoleh 95,5 juta peso (2,21 juta dolar) melalui pemerasan dalam 11 bulan pertama tahun 2010.

Presiden Benigno Aquino memulai kembali perundingan dengan pemberontak Maois bulan lalu, lebih dari enam tahun setelah orang yang digantikannya, Gloria Arroyo, menghentikan perundingan-perundingan perdamaian.

Kendati pemberontak menolak gencatan senjata setelah perundingan putaran pertama di Norwegia, Pemerintah Filipina mengharapkan pihaknya dapat merundingkan penyelesaian politik dalam 18 bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau