YOGYAKARTA, Kompas
”Sampai saat ini tiga korban belum kami temukan. Kami masih melakukan penyisiran saat keadaan air pasang dengan memasang jaring pinggir dan jaring tengah. Kedua jaring dipasang untuk mengantisipasi korban tersangkut di karang,” kata Kepala Kepolisian Resor Bantul Ajun Komisaris Besar Sri Suwari Wahyudi, Minggu (6/3) petang.
Menurut Sri Suwari, saat kejadian para korban sedang bermain-main di pinggir pantai. Tiba-tiba ombak besar menggulung mereka. Tiga korban akhirnya berhasil diselamatkan, tapi tiga korban lain, yaitu Putri (14), Septi (14), dan Partiah (18), hilang tertelan ombak.
”Ketiga korban berasal dari sekitar Kota Yogya, yaitu Berbah, Prambanan, dan Magelang. Kebetulan mereka bermain di tempat yang sama dan akhirnya tergulung ombak bersama-sama,” katanya.
Adi, tunangan Partiah, mengungkapkan, ia tak menyangka peristiwa tersebut. Menurutnya, ombak tiba-tiba datang dan menyapu tunangannya. Ia panik dan tak bisa berbuat apa-apa kecuali minta tolong kepada orang-orang di sekitar lokasi.
Libur dua hari di akhir pekan kemarin memang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata. Di sejumlah obyek wisata kawasan Malang Raya, sejumlah obyek wisata juga diserbu pengunjung.
Kemacetan pun terjadi di jalan-jalan akses menuju Kota Malang dan Batu. Hotel-hotel penuh walau sudah menaikkan tarif.
Sejak Sabtu pagi, jalan menuju Malang dari arah Surabaya diwarnai kemacetan. Terutama di ruas jalan raya Porong yang merupakan pusat kemacetan sejak terjadi semburan lumpur Lapindo hampir lima tahun lalu.
”Surabaya-Malang saya tempuh 4 jam dari biasanya 2,5 jam,” ujar Moch Tohir, warga Ponggok, Blitar, Jawa Timur.
Kepadatan dan kemacetan lebih parah terjadi di Kota Batu dari pelbagai arah, karena membeludaknya pengunjung dari luar Kota Batu. Bukan hanya Jatim Park, Selecta, Air Terjun Coban Rondo, dan Batu Night Spectaculer, Pantai Balekambang yang biasanya sepi, juga diserbu ribuan pengunjung.
Sementara itu, penyeberangan menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Gilimanuk di Bali, Minggu kemarin, atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, dibuka lagi . Jumlah kendaraan dan penumpang yang menyeberang pun langsung naik empat kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.
Kepala Cabang PT Indonesia Ferry Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang Charda Damanik, Minggu (6/3), mengatakan, pembukaan kembali penyeberangan dilakukan sejak pukul 05.00.
Antrean kendaraan dan penumpang yang hendak menuju Bali pun mengular hingga Jalan Ketapang. Antrean yang sudah berlangsung sejak Sabtu itu baru berkurang Minggu sore sekitar pukul 15.00.