Duet Kuyt-Suarez Benamkan MU

Kompas.com - 07/03/2011, 04:54 WIB

LIVERPOOL, MINGGU - Kerja sama maut duet striker Luis Suarez dan Dirk Kuyt mengubah Anfield seperti neraka bagi tim ”Setan Merah” Manchester United. Tiga gol Kuyt membuat MU panen dua kekalahan beruntun lewat skor 1-3 (0-2) pada Liga Inggris di Anfield, Minggu (6/3).

Keunggulan 3-0 bahkan sudah diperoleh Liverpool sebelum striker Andy Carroll turun.

Tiga gol (hattrick) itu diborong gelandang sayap kanan Dirk Kuyt pada menit ke-34, ke-39, dan ke-65. Ini hattrick pertama Kuyt bersama Liverpool dan hattrick pertama Liverpool atas MU setelah Peter Beardsley mencetak hattrick, September 1990, saat Liverpool menang 4-0.

Striker pengganti Javier Hernandez mempertipis kekalahan MU menjadi 1-3 saat injury time. Kendati kredit pencetak gol untuk Kuyt, suporter Liverpool tidak akan melupakan kontribusi striker Luis Suarez.

Mantan striker Ajax asal Uruguay itu menjadi inspirator gol pertama Kuyt. Ia memeragakan gocekan fantastis—yang jarang terlihat di Liga Inggris—dengan melewati Rafael, Michael Carrick, dan Wes Brown dari sisi kanan gawang.

Berkat tendangan bebas Suarez pula Kuyt menceploskan gol ketiga. Bola tendangan bebas melengkung Suarez lepas dari tangkapan kiper MU, Edwin van der Sar, dan langsung disambar Kuyt. Gol ketiga itu praktis meluluhkan kekuatan skuad polesan Pelatih Sir Alex Ferguson. Ketika ditarik keluar menjelang bubar, Suarez mendapat aplaus meriah.

Gempuran Liverpool semakin menjadi-jadi saat Pelatih Kenny Dalglish menurunkan striker Andy Carroll, menggantikan Raul Meireles, menit ke-74. Penampilan debut pemain Inggris termahal (35 juta poundsterling) ini disambut aplaus suporter Liverpool, termasuk legenda mereka, Ian Rush, dari tribune stadion.

Hasil itu tidak mengubah posisi MU di puncak klasemen dengan nilai 60 dari 29 laga. Adapun bagi Liverpool, kemenangan tersebut mengembalikan mereka ke urutan keenam, atau satu strip di bawah zona Liga Europa dengan nilai 42.

Panas di babak pertama

Duel dua klub musuh bebuyutan, yang sama-sama memegang rekor juara liga 18 kali, berlangsung panas, terutama di babak pertama. Dua insiden nyaris memicu perkelahian. Pertama, saat bek Liverpool, Jamie Carragher, menekel Nani. Kedua, saat bek MU, Rafael da Silva, berebut bola dengan Martin Skrtel. Kedua belah pihak beruntung hanya dikartu kuning wasit Phil Dowd, yang terkenal kejam dengan memberi kartu.

MU, yang tidak diperkuat bek tengah Rio Ferdinand (cedera) dan Nemanja Vidic (skors), berusaha memegang kendali penguasaan bola pada menit-menit awal. Pada Menit ke-16, bola tendangan striker Dimitar Berbatov membentur tiang gawang Liverpool.

Peluang MU itu memanaskan laga. Tidak lama berselang, sundulan Raul Meireles hasil umpan Luis Suarez giliran mengancam gawang Edwin van der Sar.

Sebelum kemasukan gol ketiga, MU beberapa kali mencetak peluang melalui Hernandez, Ryan Giggs, dan juga sundulan Berbatov yang ditahan kontrol dada Meireles.

Penyesalan Arsenal

Dari laga Sabtu (5/3), Arsenal membuang percuma kesempatan emas memperpendek selisih poin—yang memperbesar peluang mereka juara musim ini—saat ditahan Sunderland, 0-0, di Stadion Emirates. Setelah MU kalah 1-2 di markas Chelsea, Selasa lalu, Arsenal seharusnya bisa memangkas selisih nilai dengan MU menjadi satu poin andai memukul Sunderland.

Dengan menyimpan tabungan satu laga ketimbang MU, yang masih akan bertandang ke Arsenal pada 1 Mei nanti, peluang juara bagi Arsenal masih terbuka. Namun, hasil seri melawan Sunderland membuat musim ini seolah tidak memihak Arsenal.

”Saya terlalu sedih membicarakan ini semua,” kata Arsene Wenger, Pelatih Arsenal. Ini kedua kali Arsenal gagal memanfaatkan kekalahan MU. Awal Februari, saat MU kalah 1-2 di kandang Wolverhampton Wanderers, mereka ditahan Newcastle, 4-4, meski sempat unggul 4-0.

Dari laga lainnya, Manchester City tetap di peringkat ketiga (53 poin) setelah memukul Wigan Athletic, 1-0, lima poin di atas Chelsea yang Senin ini dijamu Blackpool. (AP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau