Reshuffle

PKS Instruksikan Menterinya Siap Mundur

Kompas.com - 07/03/2011, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera telah menginstruksikan kepada empat kadernya yang kini duduk di kabinet untuk bersiap menerima apa pun keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyangkut evaluasi koalisi.

"Mereka juga sudah menyatakan kesiapan kalau Presiden sudah keluarkan keputusan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuds Siddiq di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/3/2011).

Empat kader PKS yang kini bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu II adalah Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, dan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.

Menurut Mahfudz, keempat menteri PKS tersebut masih berperforma baik meski tengah berada di gonjang-ganjing persoalan koalisi belakangan ini. Mereka telah melaporkan kondisi internal kementeriannya dalam pertemuan elit PKS di kantor DPP.  "Menteri laporan suasana kerja di pemerintah seperti biasa dan kita dorong agar kinerja mereka tak terganggu," ujar dia.

Ia menegaskan, tidak menjadi masalah bagi PKS jika harus mengakhiri kontrak koalisi dengan Presiden Yudhoyono. Dalam karir politknya, PKS pernah berada di luar maupun di dalam pemerintahan. 

Gerindra

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa mengungkapkan, partainya telah mengajukan tiga nama calon menteri kepada Presiden Yudhoyono. Mereka adalah Fadli Zon, Wijono Harjono, dan Rahmat Pambudi.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon diplot untuk mengisi kursi Menteri Komunikasi dan Informatika, Ketua Fraksi Gerindra Wijono Harjono untuk pos Menteri BUMN serta Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rahmat Pambudi untuk pos Menteri Pertanian.

Posisi Menteri Komunikasi dan Informatika saat ini dijabat oleh kader PKS Tifatul Sembiring. Demikian pula pos Menteri Pertanian diisi oleh kader PKS Suswono.

Hubungan Partai Demokrat dan PKS dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah merenggang pasca-usulan Hak Angket Pajak. PKS memilih berseberangan dengan partai-partai koalisi dengan mendukung usulan Hak Angket Pajak. Sementara, Gerindra berdiri mendukung Demokrat menolak hak angket. PKS juga berseberangan dengan Demokrat dalam usulan Hak Angket Century. Dukungan Gerindra terhadap Demokrat nampaknya akan membuat peta baru koalisi di parlemen.

Selengkapnya mengenai gonjang-ganjing koalisi baca Evaluasi Koalisi.

Baca juga Hanya Enam Kementerian Berkinerja Baik

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau