JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam rangka mengampanyekan gerakan hemat energi "Earth Hour", seluruh warga Jakarta diminta mematikan lampu pada Sabtu, 26 Maret 2011, selama satu jam, yakni pukul 20.30-21.30 WIB.
Peringatan Earth Hour untuk ketiga kalinya di Jakarta ini akan dipusatkan di Balaikota Jakarta. Namun, pelaksanaan kampanye mematikan lampu ini diharapkan menjangkau seluruh wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pelaksanaan Earth Hour bisa berpengaruh besar terhadap Jakarta. Dengan mematikan lampu dan alat elektronik tak terpakai selama satu jam, dapat memberikan kontribusi terhadap penghematan listrik di Jakarta. Penghematan bahkan bisa mencapai 300 MWH.
"Apabila 10 persen warga Jakarta berpartisipasi, maka kota ini dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300 MWh," ungkap Fauzi, Selasa (8/3/2011) di Balaikota, Jakarta. Angka tersebut sama dengan mematikan satu pembangkit listrik yang mampu menyalakan listrik di sekitar 900 desa. Kampanye mematikan lampu ini juga diyakini dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 267,3 ton.
Fauzi berharap agar Earth Hour ini tidak hanya dilakukan sebatas pemadaman lampu atau penghematan penggunana listrik pada tanggal 26 Maret 2011 semata. "Kami ingin lihat ini bisa diterapkan sebagai way of life," ungkap Fauzi. Ia pun menginginkan gerakan hemat energi ini juga dilakukan pada saat Hari Bumi tanggal 22 April atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni.
Direktur Eksekutif/CEO WWF Indonesia Erfansjah mengungkapkan peringatan Earth Hour pada 26 Maret dipilih berdasarkan perhitungan equinox yakni perhitungan perjalanan matahari di bumi. "Tanggal tersebut merupakan tanggal yang paling tepat karena jangka waktu harinya paling panjang," ucap Erfansjah.
Ia menjelaskan, konsumsi energi listrik di Indonesia terfokus di Jawa-Bali atau sebesar 78 persen dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional yakni mencapai 29.605 GWh. Dari jumlah tersebut, 23 persen terfokus pada DKI Jakarta dan Tangerang. "Pemakaian listrik di Jakarta ini dikuasai perumahan dan perkantoran," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang