Earth hour

Warga Jakarta Diminta Matikan Lampu

Kompas.com - 08/03/2011, 13:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam rangka mengampanyekan gerakan hemat energi "Earth Hour", seluruh warga Jakarta diminta mematikan lampu pada Sabtu, 26 Maret 2011, selama satu jam, yakni pukul 20.30-21.30 WIB.

Peringatan Earth Hour untuk ketiga kalinya di Jakarta ini akan dipusatkan di Balaikota Jakarta. Namun, pelaksanaan kampanye mematikan lampu ini diharapkan menjangkau seluruh wilayah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pelaksanaan Earth Hour bisa berpengaruh besar terhadap Jakarta. Dengan mematikan lampu dan alat elektronik tak terpakai selama satu jam, dapat memberikan kontribusi terhadap penghematan listrik di Jakarta. Penghematan bahkan bisa mencapai 300 MWH.

"Apabila 10 persen warga Jakarta berpartisipasi, maka kota ini dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300 MWh," ungkap Fauzi, Selasa (8/3/2011) di Balaikota, Jakarta. Angka tersebut sama dengan mematikan satu pembangkit listrik yang mampu menyalakan listrik di sekitar 900 desa. Kampanye mematikan lampu ini juga diyakini dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 267,3 ton.

Fauzi berharap agar Earth Hour ini tidak hanya dilakukan sebatas pemadaman lampu atau penghematan penggunana listrik pada tanggal 26 Maret 2011 semata. "Kami ingin lihat ini bisa diterapkan sebagai way of life," ungkap Fauzi. Ia pun menginginkan gerakan hemat energi ini juga dilakukan pada saat Hari Bumi tanggal 22 April atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni.

Direktur Eksekutif/CEO WWF Indonesia Erfansjah mengungkapkan peringatan Earth Hour pada 26 Maret dipilih berdasarkan perhitungan equinox yakni perhitungan perjalanan matahari di bumi. "Tanggal tersebut merupakan tanggal yang paling tepat karena jangka waktu harinya paling panjang," ucap Erfansjah.

Ia menjelaskan, konsumsi energi listrik di Indonesia terfokus di Jawa-Bali atau sebesar 78 persen dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional yakni mencapai 29.605 GWh. Dari jumlah tersebut, 23 persen terfokus pada DKI Jakarta dan Tangerang. "Pemakaian listrik di Jakarta ini dikuasai perumahan dan perkantoran," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau