Kasus dugaan korupsi

Wakil Wali Kota Bogor Ditahan

Kompas.com - 08/03/2011, 14:51 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ruyat, tersangka kasus dugaan korupsi APBD Kota Bogor tahun 2002, akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Bogor, Selasa (8/3/2011) siang.

Politisi PKS itu akan menjalani tahanan di LP Paledang, Kota Bogor. Achmad Ruyat digiring dari ruang pemeriksaan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bogor ke mobil tahanan Kejaksaan sekitar pukul 13.30. Mengenakan pakaian safari warna abu-abu, Ruyat tersenyum didampingi sejumlah petugas Kejaksaan dan pengacara Aldefri.

Begitu turun dari lantai dua menuju lokasi parkir mobil tahanan Kejaksaan, Ruyat terus menebar senyum ke arah wartawan yang sudah menunggunya.

"Pak, bagaimana tanggapannya atas penahanan ini?" tanya wartawan.

Ruyat malah menjawab, "Kapan kita main bola lagi?" jawab Ruyat sambil tersenyum kecil.

Orang nomor dua itu Kota Bogor itu kemudian dimasukan ke mobil tahanan Kejaksaan warna hijau bernopol F 682 A menuju ke LP kelas IIA Paledang.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bogor M Fatria mengatakan, penahanan Wakil Wali Kota itu sesuai KUHAP dengan mempertimbangkan aspek obyektif dan normatif.

"Tidak ada intervensi dari siapa pun, kami menahan untuk 20 hari ke depan," katanya. (Soewidia Henaldi)

BIODATA

Nama: Drh Achmad Ru’yat, Msi

Tempat, tgl/lahir: Serang, 9 September 1966

Istri: Dra Triami Sofia

Anak: Nurul Afifah, Muhammad Furqon, Khairunisa, Nur Amalina, Muhammad Lukman, dan Sofia Fauziah

Pendidikan:

-SD Negeri 5 Serang & Madrasah Ibtidaiyah Ihsaniyah Serang

-SMP Negeri 2 Serang & Madrasah Tsanawiyah Ihsaniyah Serang

-SMA Negeri 1 Serang

-S-1 IPB Fakultas Kedokteran Hewan (1986)

-S-2 FISIP Universitas Indonesia, Jurusan Kebijakan Publik (2001)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau