Pernyataan Blatter itu disampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Swiss Djoko Susilo di kantor
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)/Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, yang bertemu Blatter setelah menerima Djoko, menegaskan bahwa empat orang tidak boleh mencalonkan lagi. Keempat orang itu adalah Nurdin Halid, Nirwan D Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta.
Blatter juga menginstruksikan supaya Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia harus bersatu dan diberi tenggat waktu hingga akhir Mei. ”Jika masih terjadi dualisme liga, FIFA akan menjatuhkan sanksi tegas kepada Indonesia,” ujar Rita Subowo mengutip Blatter.
Blatter juga menegaskan, FIFA tidak mengakui Statuta PSSI dan harus kembali ke draf final Statuta PSSI versi bahasa Inggris yang disetujui oleh FIFA pada 13 Februari 2009.
Sebelumnya, kepada Djoko Susilo, Blatter mengatakan, FIFA tidak akan membiarkan dia (Nurdin Halid) dipilih lagi karena sesuai dengan Kode Etik FIFA, mantan narapidana tidak boleh dipilih lagi.
Pernyataan Blatter itu menjawab pertanyaan Djoko mengenai sikap FIFA terhadap masalah yang melilit PSSI dan posisi Nurdin Halid yang diminta turun oleh masyarakat pencinta bola di Indonesia. ”Saya mengikuti perkembangan di Indonesia dan mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia,” ujar Blatter ditirukan oleh Djoko.
”Sikap kami tidak perlu diperdebatkan lagi,” kata Blatter, yang diikuti dengan bersulang tanda persahabatan.
Pernyataan Blatter sempat terpotong oleh Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi Thierry Regenass yang mengatakan sesuatu kepada Blatter menggunakan bahasa Perancis. Regenass adalah perwakilan
Blatter menegaskan, PSSI harus menjalankan keputusan Komite Eksekutif FIFA pada 3 Maret. PSSI diperintahkan menggelar kongres biasa pada 26 Maret untuk memilih anggota Komite Pemilihan berlandaskan Electoral Code yang sesuai dengan Standard Electoral Code FIFA. Komite Pemilihan itu yang akan menggelar kongres pemilihan ketua sebelum 30 April.
Pernyataan Blatter itu juga disaksikan Duta Besar Vietnam dan Duta Besar Filipina. Djoko menegaskan, kedua koleganya itu bisa dikonfirmasi atas pernyataan Blatter mengenai Nurdin Halid dan PSSI.
Djoko juga mengklarifikasi ada isu yang disebarkan bahwa pertemuannya dengan Blatter batal dilaksanakan. ”Isu itu tidak benar. Awalnya kami memang dijadwalkan bertemu Blatter pada pukul 10.30 waktu Zurich, tetapi Blatter ada rapat sejak pagi dan dikhawatirkan bakal molor. Informasi itu sudah disampaikan kepada kami sehari sebelumnya dan tadi kami bertemu Blatter pukul 11.45. Jadi tidak benar isu kami batal bertemu,” ujar Djoko.
Mengenai pertemuan antara PSSI dan Blatter, kata Djoko, diinformasikan akan berlangsung pada Kamis. Pada hari itu ada pesta internal karyawan FIFA.
”Melihat sikap Blatter yang