Kejuaraan renang

Glenn Victor dkk Absen di Singapura

Kompas.com - 09/03/2011, 16:33 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Sebanyak enam perenang pelatnas yang disiapkan tampil pada SEA Games XXVI di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, November 2011, absen pada kejuaraan di Singapura, 17-19 Maret 2011. Pasalnya, mereka masih berlatih di luar negeri dan alasan keluarga.

Pelatih Kepala Pelatnas Renang SEA Games, Hartadi Nurjojo, Rabu (9/3/11), menyebutkan, mereka adalah Indra Gunawan (Sumatera Utara), M Akbar Nasution (Riau), Priadi Fauzi, Idham Dasuki, dan Glenn Victor (Jawa Barat), serta Doni B Utomo (Jateng).

Ia menjelaskan, Indra saat ini berlatih di Hongaria, Akbar Nasution, Priadi Fauzi, Idham Dasuki, dan Glenn menjalani latihan di Australia. Sementara itu, Doni Utomo menikah.

Hartadi, yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, mengatakan, dengan absennya enam perenang tersebut, Indonesia hanya menerjunkan 22 perenang pada kejuaraan yang menjadi ajang uji coba pertama kali perenang pelatnas itu.

Sebanyak 22 perenang Indonesia yang tampil pada kejuaraan renang di Singapura adalah Guntur Pratama Putra, Omar Suryaatmadja, Brian Howard, Alexa Wijaya, Nicko Biondi, A Raymond H, Andreas Cipta Nugraha, Pratama Siahaan, Joshia A, Dennis Tiwa, Putu Takahide Valentine, Eny Susilowati, Patricia Yosita.

Selain itu, ada Febriani Ratnamarita, Ress Kania Dewi, Ratnasaumi, Katriana Melia, Yessy Yosaputra, Magdalena Kreita, Ati Noviandari, dan Tefani Sudarma.

Induk organisasi olahraga renang di Tanah Air itu memanggil 28 perenang yang disiapkan tampil pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, November 2011.

Ia mengatakan, tidak ada target khusus perenang yang tampil pada kejuaraan di Singapura mendatang itu karena event tersebut sebagai penampilan pertama mereka beruji coba.

"Kami tidak memasang target kepada mereka. Kami hanya berharap mereka bisa tampil maksimal pada kejuaraan di Singapura mendatang, syukur-syukur bisa memperbaiki catatan waktu yang mereka tempuh selama ini," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengaku belum tahu kuota perenang Indonesia yang tampil pada SEA Games mendatang.

"Tentunya kami mendapatkan kuota perenang yang cukup banyak karena bertindak sebagai tuan rumah pada SEA Games mendatang," katanya seraya menambahkan, Indonesia menargetkan meraih enam medali emas.

"Syukur-syukur bisa lebih karena kami sebagai tuan rumah SEA Games," katanya.

Enam medali emas tersebut, ujarnya, berdasarkan prestasi yang dicatat perenang Indonesia pada Asian Games di China beberapa waktu lalu.

"Pada enam nomor itu kami bisa mengungguli perenang dari negara-negara Asia Tenggara saat di China. Glenn Victor, Indra Gunawan, Triadi, dan Guntur Pratama Putra diharapkan bisa meraihnya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau