520d, Sedan Bermesin Diesel dari BMW

Kompas.com - 11/03/2011, 05:18 WIB

BMW akhirnya memasarkan BMW 520d ke Indonesia. Kehadiran BMW 520d itu menarik untuk diikuti, mengingat mobil itu merupakan sedan papan atas pertama di Indonesia yang menyandang mesin diesel.

Namun, jangan salah, mesin diesel yang disandang BMW 520d itu adalah mesin diesel generasi baru yang tidak lagi bersuara keras, tidak lagi bergetar, dan tak lagi mengeluarkan asap hitam.

Penggunaan teknologi common rail membuat mesin diesel generasi baru lebih senyap, lebih halus, dan lebih responsif.

Kompas sempat melakukan first drive, 8 Maret lalu, di pelataran parkir Ciputra Marketing Galery, Jakarta, seusai peluncuran BMW 520d.

BMW 520d ini merupakan varian BMW Serie 5 keempat yang dipasarkan di Indonesia. Pada Juli 2010, BMW memasarkan tiga varian bermesin bensin, yakni BMW 523i, BMW 528i, dan BMW 525i.

Presiden Direktur BMW Indonesia Ramesh Divyanathan mengatakan, ”Kami berada di garis depan dalam memperkenalkan BMW Advanced Diesel di sedan premium untuk memenuhi kebutuhan para eksekutif yang cinta lingkungan.”

Farhan, yang didaulat sebagai master of ceremony dalam peluncuran BMW 520d, tak habis-habisnya melontarkan berbagai pertanyaan seputar keluhan pengguna mesin diesel. Salah satunya adalah soal emisi gas buang.

”Tak terbayang, bagaimana ketika kita harus memanaskan mobil bermesin diesel di pagi hari? Sudah suara mesinnya berisik, diperparah lagi dengan asap knalpot yang bikin polusi tetangga,” kata Farhan.

Semua keluhan pengguna itu kini tidak perlu ada lagi, mengingat mesin-mesin diesel generasi baru itu tidak lagi berisik, tidak lagi bergetar, dan tidak lagi mengeluarkan asap hitam. Selain itu, efisiensi bahan bakar yang selama ini dicari konsumen juga dicapai, dan juga emisi yang dikeluarkan mengandung kadar gas karbondioksida (CO) rendah.

Mesin berkapasitas 2.0 Liter (1.995 cc) ini sanggup menghasilkan tenaga maksimum 184 PK pada putaran mesin 4.000 rpm serta torsi maksimum 380 Nm mulai dari 1.750 hingga 2.750 rpm. Kecepatan maksimumnya 225 kilometer per jam. Konsumsi bahan bakarnya diklaim 1 liter untuk menempuh perjalanan sejauh 19,2 kilometer serta kadar gas CO hanya 137 gram per kilometer.

BMW 520d mengusung transmisi otomatis Steptronic dengan 8 tingkat kecepatan. Jarak antargigi persneling yang pendek memungkinkan mobil ini melaju dengan nyaman, mulus, serta sanggup melakukan perpindahan gigi dalam waktu singkat. Beberapa fitur unggulan lampu LED, servotronic, keyless start, cruise control dengan fungsi rem, serta parking distance control (PDC).

BMW 520d terbaru ini juga dilengkapi layar monitor 7 inci dengan resolusi tinggi, BMW profesional radio CD, BMW stereo dengan enam loudspeaker, USB audio interface, serta integrated owners handbook. Perangkat keamanan pasif yang melengkapinya membuat mobil ini menyambet penghargaan bintang lima dalam uji tabrakan (crash test).

Mesin diesel yang sudah memenuhi persyaratan standar EU 3 membuat BMW 520d harus menggunakan solar berkualitas tinggi, seperti Pertamina DEX, dynamic diesel dari Petronas, Shell diesel, dan performance Total. (Stefanus Osa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau