Penembakan shakira

Kontras: Waria Rentan Kekerasan

Kompas.com - 11/03/2011, 18:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Peristiwa penembakan waria, Kamis (10/1/2011) dini hari di Taman Lawang, Menteng, Jakarta Pusat, menunjukkan komunitas waria sangat rentan menerima kekerasan dari pihak lain. Kejadian yang menewaskan Faisal Harahap alias Shakira (28) serta melukai 2 orang lainnya, diduga bisa terjadi pada komunitas lainnya.

"Hal pertama dari kejadian kemarin adalah tentang kekerasan. Apa yang menimpa Shakira bisa terjadi ke masyarakat lainnya," kata aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Kekerasan (Kontras), Sinung Karto, saat berbicara dalam siaran pers di Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2011).

Selain unsur kekerasan, Kontras mencermati adanya pemakaian senjata api di luar kewenangannya. Kontras meminta polisi atau pihak yang selama ini diberi kewenangan memegang senjata agar diperiksa secara internal.

Sinung menambahkan, dibutuhkan evaluasi rutin dan perizinan ketat dalam pemberian senjata kepada sipil untuk kemudian dipegang dan digunakan. "Masa izin penggunaan senjata semestinya diperpendek jadi 3 bulan. Ini untuk tes psikologi dan tes lainnya sehingga pemakaian senjata bisa dikontrol," jelas dia.

Sementara Direktur Program LBH Masyarakat Ricky Gunawan mengatakan, penggunaan senjata api di tengah masyarakat perlu ditanggapi sangat serius. Apalagi, senjata api tidak mudah didapat.

"Kalau hanya serangan terhadap waria, itu sudah masuk kejahatan dengan kebencian terhadap waria. Bisa jadi itu karena termotivasi stigma dan diskriminasi dengan ideologi tertentu," ungkap Ricky.

Pada kesempatan yang sama, tim pendamping korban penembakan waria akan menyampaikan hasil kerjanya pekan depan. "Senin (14/3/2011) nanti kami akan menampilkan saksi kunci Agus alias Venus di hadapan wartawan. Mengapa Venus? Karena dialah yang menerima kalimat ancaman dari pelaku penembakan," kata Alvon Kurnia dari YLBHI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau