Hasil imbang melawan tim sekelas Bari yang berada di dasar klasemen merupakan kerugian besar bagi Milan. Di atas kertas, Milan jauh lebih unggul, apalagi Rossoneri bermain di kandang dengan dukungan suporter fanatik. Milan menguasai jalannya pertandingan, tetapi seperti kehilangan kreativitas untuk membongkar pertahanan Bari yang rapat.
Bari justru unggul lebih dahulu melalui penyerang Gergely Rudolf, yang memanfaatkan umpan terobosan gelandang Sergio Almiron pada menit ke-39. Bari yang membutuhkan tambahan tiga poin untuk lepas dari zona degradasi semakin merapatkan pertahanan.
Trisula Milan, Alexander Pato, Robinho, dan Zlatan Ibrahimovic, pun frustrasi. Ibra terpancing emosinya dan bermain ceroboh dengan melanggar bek Bari, Marco Rossi, dalam perebutan bola di udara. Wasit Christian Brighi mengusir Ibra pada menit ke-73 setelah ia menerima kartu kuning kedua.
Situasi ini bisa semakin menekan Ibra, yang menjadi sasaran kritik pers Italia setelah tampil buruk pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur.
Jika dihukum lebih dari sekali larangan tampil, Ibra tidak akan bisa tampil saat derby melawan Inter pada 3 April.
”Dia seharusnya tetap tenang. Dia tidak perlu gelisah meskipun tidak mencetak gol dalam sebulan. Dia telah memberikan banyak hal untuk klub ini,” ujar Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri.
Kehilangan satu bomber tidak membuat Milan mengendurkan serangan. Bek sayap kiri Luca Antonini menjadi motor serangan hingga umpan silangnya menghasilkan gol pada menit ke-82 melalui tendangan sekali sentuh kaki kanan Antonio Cassano. Pemain yang terkenal sulit diatur itu menggantikan Robinho pada menit ke-56.
Cassano tidak merayakan golnya karena Bari merupakan klub yang melambungkan namanya sebagai penyerang bertalenta. Cassano, yang lahir di kota Bari, meniti karier di skuad junior Bari sebelum masuk skuad senior 1999-2001.
Milan yang terus menekan untuk menambah gol selalu kandas di lini pertahanan Bari yang dijaga enam pemain. Bari selalu memberi perlawanan sengit terhadap tim-tim besar. Pada putaran pertama Serie A, Bari hanya kalah tipis 2-3 dari Milan.
Jika dilihat dari statistik pertandingan di soccernet.com, Milan menguasai 72 persen penguasaan bola dan menghasilkan 24 serangan ke lini pertahanan dengan tujuh tendangan tepat ke arah gawang. Adapun Bari hanya sembilan kali mengancam pertahanan Milan dengan tiga tendangan tepat ke gawang.
Milan juga memiliki sembilan kali tendangan sudut, sedangkan Bari hanya sekali.
”Kami tahu ini tidak akan menjadi pertandingan yang dimenangi sebelum pertandingan dimulai dan semakin rumit saat kami kebobolan pada babak pertama,” ujar Allegri.
”Kami sangat sedih dan kecewa. Kami bermain bagus dalam dua pertandingan minggu ini dan tidak mampu meraih yang seharusnya kami peroleh,” ujar Allegri.
AS Roma menuai poin penuh setelah menggulung rival sekotanya Lazio, 2-0. Ini kemenangan ketiga Roma setelah ditangani oleh pelatih baru, Vincenzo Montella, yang menggantikan Claudio Ranieri.
Montela berhasil memperbaiki permainan Roma dengan tiga kali menang dan sekali imbang di Liga Serie A. Tambahan tiga poin menjaga posisi Roma di peringkat keenam dengan nilai 49, empat poin di bawah Udinese.
Udinese menjaga posisinya di peringkat kelima setelah menekuk tuan rumah Cagliari, 4-0.
Juventus kembali tergelincir setelah ditahan 2-2 oleh tuan rumah Cesena. Penyerang muda Alessandro Matri membawa juventus unggul 2-0 melalui gol pada menit ke-19 dan ke-35. Cesena, yang hanya satu poin di atas zona degradasi, mampu membalik kekalahan pada babak kedua. Luis Jimenez memperkecil ketertinggalan dari titik putih pada menit ke-41. Marco Parolo menyamakan kedudukan sembilan menit menjelang bubaran.