Cedera Bahu Ganggu Clijsters

Kompas.com - 14/03/2011, 10:25 WIB

INDIAN WELLS, Kompas.com - Petenis Belgia, Kim Clijsters mengaku masih terganggu dengan cedera bahu yang dialaminya saat Australia Terbuka, Januari lalu.

Saat final turnamen grand slam Australia Terbuka, Januari lalu, Clijsters harus menerima suntikan penghilang rasa sakit akibat cedera di bahunya  tersebut.

Setelah kalah dari Petra Kvitova asal Republik Ceko di Paris Terbuka, pekan lalu, Clijsters berharap dapat mengatasi cedera tersebut untuk persiapan menjelang Perancis Terbuka.

"Saya menjalani terapi untuk mengatasi (cedera) tersebut dan saya merasa baik-baik saja," kata Clijsters usai mengalahkan Sara Errani di babak ketiga turnamen Indian Wells, Minggu (13/3).

"Saat tidak latihan, saya merasa baik-baik saja. Namun bila memukul bola, mulai terasa sakit lagi," ungkap pemain berusia 27 tahun ini.

Clijsters mengaku cedera ini cukup mengganggu konsentrasinya. "Di lapangan keras saya masih dapat mengontrol (rasa sakit) ini. Namun saya kuatir dengan masa-masa pertandingan sekrang ini,' katanya.

Menjelang turnamen grand slam Perancis Terbuka, turnamen-turnamen pemanasan memang lebih banyak berlangusng di lapangan tanah liat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau