Program nuklir

Korut Dikecam, Duta Rusia ke Pyongyang

Kompas.com - 15/03/2011, 01:34 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexei Borodavkin bertemu Menteri Luar Negeri Korea Utara Pak Ui Chun di Pyongyang, Senin (14/3/2011).

Padahal, sejumlah negara besar sedang berupaya menggalang kecaman terhadap program nuklir Pyongyang. Duta Rusia dan Pak Ui Chun itu dilaporkan melakukan pembicaraan "bersahabat", menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Pyongyang memicu ketakutan keamanan kawasan pada November 2010 ketika mengumumkan program pengayaan uranium kepada pakar Amerika Serikat yang sedang berkunjung.

Korea Utara mengatakan, itu adalah proyek energi damai, tetapi menurut para pakar, AS dapat memberi Korea Utara kesempatan kedua untuk membuat bom atom dari cadangan plutoniumnya.

Enam pihak yang terdiri dari Korea Utara, Korea Selatan, China, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat telah siaga sejak Pyongyang keluar dari perundingan pada April 2009 dan melakukan uji coba nuklir kedua satu bulan kemudian.

Seoul ingin Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa membahas program uranium Korea Utara, tetapi upaya menerbitkan laporan PBB untuk mengkritik Korea Utara bulan lalu gagal setelah ditolak Beijing.

Rusia mendukung seruan Korea Selatan agar Dewan Keamanan melakukan debat program uranium Korea Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau