Radiasi fukushima

Borong Pil Iodine lantaran "Lebay"

Kompas.com - 15/03/2011, 16:20 WIB

KOMPAS.com - Cemas soal radiasi gara-gara meledaknya reaktor nuklir pembangkit listrik Fukushima nyatanya menjadi berlebihan alias lebay. Mari tengok sepotong catatan dari AP dan AFP pada Selasa (15/3/2011) soal perilaku berlebihan warga Moskwa.

Entah dari mana datangnya pemicu perilaku itu, warga Moskwa sejak Minggu (13/3/2011) menyesaki apotek-apotek di kota itu. Incaran mereka cuma satu, pil iodine. Bahkan, jaringan apotek nasional di Moskwa mengatakan,"Permintaan iodine meningkat."

Uniknya, tak satu pun pihak berwenang di Moskwa mampu menjelaskan mengapa warga berbondong-bondong memborong pil yang memang acap menjadi penolong jitu bagi orang yang terkena radiasi radio aktif. Dengan menelan pil itu, orang yang terkena radiasi tidak terjangkit kanker tenggorokan.

Tak cuma itu, kecemasan berlebihan juga membuat warga tak tahu berapa takaran konsumsi pasti iodine untuk pencegahan radiasi itu.

Sampai kini, pemerintah Rusia sama sekali belum menetapkan apakah Negeri Beruang Merah juga terimbas radiasi reaktor Fukushima tersebut atau tidak. Seperti China, pemerintah Rusia tengah memerhatikan dengan seksama soal ledakan reaktor itu dan dampaknya. Reaktor Fukushima meledak sebagai dampak dari gempa bumi berkekuatan 8,9 disusul tsunami yang melanda Jepang pada Jumat (11/3/2011).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau