JAKARTA, KOMPAS.com — Sepulang kerja, Jakarta tentu macet di mana-mana. Kepadatan semakin parah saat hujan deras mengguyur Ibu Kota bersamaan dengan jam pulang kerja, Rabu (16/3/2011) sore.
Wulan Astuti (26) bingung untuk pulang ke tempat kos di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Setelah keluar dari kantornya di Kementerian Keuangan, bilangan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, wanita asal Bandung itu sudah lama menanti angkutan Kopaja P-20 jurusan Senen-Lebak Bulus. "Saya pasrah, sampai tempat kos pukul berapa pun," ucap Wulan kepada Kompas.com.
Wulan sampai menyebut Jakarta serasa kota tak punya hati. "Bahkan taksi pun tak ada. Kalaupun ada, taksinya sudah ada penumpang. Pakai apa dong saya pulang?" tuturnya.
Sementara itu, Rahmi Fitria mengeluhkan kepadatan di Jalan Prof Satrio arah Tebet menuju Karet. Lebih dari 30 menit, mahasiswi Universitas Indonesia itu masih berada di jalan yang populer dengan Jalan Casablanca, persisnya di depan TPU Menteng Pulo.
"Lebih dari setengah jam mikrolet yang saya tumpangi tidak bergerak di Casablanca dari arah Tebet ke Karet. Arah sebaliknya nyaris sama," ungkapnya.
Kemacetan dipastikan makin kronis saat turun hujan bersamaan dengan jam pulang kerja. "Dalam situasi normal, jalanan protokol Jakarta mulai lengang sekitar pukul 21.00 WIB. Tetapi setelah hujan, aliran lalu lintas mulai mencair pukul 23.00 WIB," kata Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa beberapa waktu lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang