Antisipasi teror

Patroli di Juanda Jadi 30 Menit Sekali

Kompas.com - 19/03/2011, 11:16 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Frekuensi patroli pengamanan Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, dekat Surabaya, Jawa Timur, mulai ditingkatkan dari dua jam sekali menjadi 30 menit sekali.

Ini demi mengantisipasi serangkaian teror bom buku yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Pada Sabtu (19/3/2011) ini saja, ada tiga peristiwa terkait trauma warga terhadap teror bom. Mulai dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bandung, Jawa Barat, hingga di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Peningkatan frekuensi patroli pengamanan ini untuk memberikan rasa aman kepada calon penumpang yang menggunakan fasilitas Bandara Juanda," kata Manajer Keamanan Angkasa Pura I Bandara Juanda, Pujiono, Sabtu (19/3/2011).

Ia mengemukakan, saat ini jumlah personel keamanan di Bandara Juanda sebanyak 580 orang dan selalu siap siaga untuk melakukan pengamanan secara terus menerus. "Harapan kami, Bandara Juanda tidak terjadi ancaman bom seperti yang terjadi di Jakarta beberapa hari terakhir," katanya.

Menurutnya, peningkatan frekuensi pengamanan ini perlu ditingkatkan mengingat Bandara Juanda merupakan fasilitas umum karena banyak masyarakat yang berkumpul. Ia menjelaskan, selain meningkatkan frekuensi waktu pengamanan, pihaknya juga mengoptimalkan kerja dari anjing pelacak dan juga metal detektor.

"Para petugas akan berkeliling untuk melihat dari dekat barang bawaan yang dibawa oleh calon penumpang dan memeriksanya dengan alat tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, jika memang nantinya ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan akan ditindaklanjuti. "Termasuk di dalamnya melakukan pemeriksaan secara mendetil terhadap barang bawaan penumpang, siapa tahu di dalamnya terdapat bom buku seperti di Jakarta," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau