Bilateral Meeting between SBY and Xanana

Kompas.com - 22/03/2011, 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - President Susilo Bambang Yudhoyono and Timor Leste Prime Minister Xanana Gusmao held a bilateral meeting at Merdeka Palace here Tuesday.

PM Xanana is on a visit in Indonesia from March 22 to 25. He arrived at the Merdeka Palace at 11 am Western Indonesian Standard Time (WIB), and the bilateral meeting began at 11.15 am.

Presidential special staff in charge of international relations Teuku Faizasyah said that following the bilateral meeting, the two leaders would witness the signing of five memoranda of understanding (MoUs).

Yudhoyono on the occasion was accompanied by Defense Minister Purnomo Yusgiantoro, Marine Affairs and Fisheries Minister Fadel Muhammad, Foreign Affairs Minister Marty Natalegawa, Transportation Minister Freddy Numberi, Trade Minister Mari Elka Pangestu, National Education Minister Muhammad Nuh, Minister/State Secretary Sudi Silalahi, Cabinet Secretary Dipo Alam and National Defense Forces (TNI) Chief Admiral Agus Suhartono.

Members of Kay Rala Xanana Gusmao’s delegation include Foreign Minister Zacarias da Costa, Economic and Development Minister Joao Goncalves, Infrastructure Minister Pedro Lay da Silva, Tourism, Trade and Industry Minister Gil Alves, Agriculture and Fishery Minister Mariano Assanami Sabino, Commander of The Timor Leste Armed Forces Major General Taur Matan Ruak and Timor Leste Ambassador to Indonesia Manuel Serrano.

On March 23, Xanana will attend an international convention on defense in Jakarta. Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) is a International Conference which will be participated in by defense delegations from over 30 countries including heads of state, defense ministers and also chiefs of staff.

JIDD organized by the Ministry of Defense and the Indonesian Defense University (IDU) will be held at the Jakarta Convention Center from March 23 to 25, 2011. Timor Leste, formerly known as East Timor, declared its independence on May 20, 2002, following a United Nations sponsored referendum in 1999, which the people of Timor Leste voted in favor of independence and separated from Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau