Libya

Strategi Lanjutan adalah Embargo Senjata

Kompas.com - 23/03/2011, 17:59 WIB

KOMPAS.com — Setelah zona larangan terbang, kelompok koalisi mendukung NATO untuk menerapkan embargo senjata kepada Libya. Warta AP dan AFP pada Rabu (23/3/2011) menunjukkan, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan bahwa kapal dan pesawat NATO tengah dikumpulkan di kawasan Laut Tengah untuk melaksanakan tugas tersebut.

"Semua negara sekutu bertekad untuk memenuhi tanggung jawab mereka berdasarkan resolusi PBB untuk menghentikan tindak kekerasan yang tidak bisa diterima terhadap warga sipil Libya," kata Rasmussen.

Sementara itu, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis semuanya mengatakan bahwa NATO harus berperan dalam struktur komando operasi militer di Libya. Akan tetapi, Perancis menentang langkah untuk menempatkan NATO pada posisi komando umum.

Operasi internasional bertujuan untuk menerapkan resolusi PBB guna menghentikan pasukan Moammar Khadafy menyerang warga sipil.

Sementara itu, Kolonel Moammar Khadafy tidak menunjukkan gelagat gentar di tengah gempuran NATO. Pasukan yang setia pada Khadafy terus melancarkan serangan darat di dalam Libya meski tengah berlangsung operasi internasional untuk melindungi warga sipil. Tembakan roket dan tembakan senapan secara membabi buta dilaporkan terjadi di kota Misrata, di belahan barat Libya. Seorang dokter mengatakan, 22 orang terbunuh di sana semalam.

Pertempuran dilaporkan di kota-kota Zintan dan Yafran di barat dan di sekitar pusat kota Ajdabiya. Di bagian lain, satu pesawat Amerika yang ikut dalam operasi perlindungan warga sipil jatuh di gurun dekat kubu antipemerintah, Benghazi.

Militer Amerika mengatakan, pesawat jatuh karena gangguan teknis. Kedua awaknya selamat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau