Kali lamong meluap

Jalur Pantura Jatim Lumpuh

Kompas.com - 28/03/2011, 09:14 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Jalur poros utama Surabaya Tuban sejak Minggu hingga Senin (28/3/2011) masih lumpuh total. Ruas jalan sepanjang 2 kilometer di Ambeng-ambeng Watangrejo dan Tirem Enggal Kecamatan Duduksampeyan tergenang luapan Kali Lamong.

Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari Gresik hingga Lamongan. Polisi dari Unit Tangkal, Satuan Lalulintas, dan Samapta dikerahkan untuk mengatur pengendara yang memadati jalur utama itu.

Sejumlah sepeda motor mogok setelah terendam air. Ada pengendara motor terjatuh karena terperosok jalan berlubang. Sementara sebagian warga sibuk menangkapi ikan tambak yang lepas dan hanyut ke jalan.mereka menggunakan jaring, jala, hingga menangkap dengan tangan atau kayu pemukul.

Kemacetan dan genangan itu merepotkan semua kalangan. Pekerja pabrik Indoplastik Indah (38) yang mestinya mulai masuk kerja pukul 07.30 akhirnya pulang karena sudah terlambat.

Sopir bus Moedah jurusan Surabaya-Bojonegoro, Kanan, juga mengeluhkan kemacetan. Selain bahan bakar jadi boros juga penumpang sepi. "Biasanya jalan empat rit sejak Minggu kemarin hanya dapat dua rit," katanya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Gresik Ajun Komisaris Satria Permana menyatakan untuk mengurai kemacetan semua kendaraan roda empat dari Surabaya dialihkan ke Jalur Jalan Daendels. Kecuali bus pengangkut penumpang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau