Mancung dengan Injeksi "Dermal Filler"

Kompas.com - 28/03/2011, 19:16 WIB

KOMPAS.com - Kini, tidak ada yang tidak mungkin untuk mendapatkan wajah secantik artis, demikian menurut dr Maya Chrisdiani Audy, Dipl., CIDESCO, CIBTAC. Bahkan, menurut dokter dari MNC Aesthetic Clinic, Bandung, ini, proses menjadi cantik bisa didapatkan secara instan dan dengan meminimalkan rasa sakit. Proses ini dimungkinkan melalui prosedur injeksi dermal filler yang menggunakan asam hyaluronat (HA).

"Prosedur ini tidak membutuhkan pembedahan, sayatan, luka, dan tidak mengakibatkan perdarahan. Pasien juga tidak memerlukan proses penyembuhan, karena dalam 30 menit hasilnya sudah dapat dilihat. Memang terjadi bengkak, biasanya sampai satu minggu. Tetapi dalam tiga hari sebenarnya filler sudah menyatu," papar dr Maya, menjelang live demo "Nose Augmentation without Surgery with Dermal Filler" di kliniknya, Sabtu (26/3/2011) lalu.

Penggunaan dermal filler menurutnya memang lebih ke arah kecantikan, seperti memancungkan hidung, menebalkan bibir, menambah volume pipi atau dagu, juga menghilangkan keriput. Namun prosedur ini juga bisa digunakan untuk mengurangi lubang-lubang bekas jerawat atau cacar air.

Filler biasanya dilakukan oleh perempuan usia 20 - 35 tahun yang menginginkan pembentukan kontur pada wajah, hidung, dan dagu. Sedangkan pada usia 40 - 60 tahun, penggunaan filler lebih untuk peremajaan kulit.

"Misalnya, umurnya 40 tahun, tapi kok kayak umur 50? Kelihatannya nggak seger. Dengan dermal filler, wajah jadi terlihat lebih alami, lebih muda, tapi (orang yang melihat) nggak nemu apanya yang berubah," ujar dokter asal Semarang berusia 33 tahun ini.

Rina Rachmawati (26), misalnya. Karyawan bank di Bandung ini mengaku kurang menyukai pipinya yang chubby. Tetapi tidak seperti pipi yang biasanya akan mengurus, mengikuti berat badan yang turun, bentuk hidung tidak bisa berubah.

"Saya ingin batang hidung saya lebih berisi. Ini prosedur pertama yang saya ikuti, karena itu sebelumnya saya izin suami. Yah, pesannya jangan terlalu berlebihan saja," tutur ibu satu anak yang sepintas mirip dengan Bella Saphira ini.

Rina memberanikan diri untuk menjadi pasien nose augmentation tanpa pembedahan ini karena yakin bahwa proses ini aman. Berikut adalah proses injeksi dermal filler dari Restylane, yang hanya berlangsung selama sekitar 30 menit:

1. Untuk mengurangi rasa sakit, dilakukan anestesi (pembiusan) di area cuping bawah hidung bagian dalam.

2. Daerah yang akan diinjeksi lalu disterilkan.

3. Filler lalu dimasukkan dari atas (jalannya hidung dari atas ke bawah) sebanyak 0,3 ml, lalu ke bagian tengah dan bawah hidung. Filler juga akan disuntikkan ke sisi kanan dan kiri, atau sesuai sisi-sisi yang menurut dokter perlu diisi. Setelah itu hidung ditekan-tekan untuk meratakan dan membentuk konturnya.

"Untuk membentuk hidung, biasanya diisikan filler sebanyak 1 - 1,5 ml, namun ini tergantung usia pasien dan kondisi wajahnya. Untuk volume besar seperti dagu, pipi, dan garis pipi, bisa diinjeksikan sebanyak 2 ml," kata dr Maya.

4. Setelah satu minggu, pasien kembali untuk di-touch up.

Rina mengaku deg-degan saat proses akan dimulai. "Paling sakitnya waktu jarumnya disuntikkan, tapi setelah itu tidak terasa apa-apa. Hidung masih terasa kebal," kata Rina.

Berdasarkan pengalaman, tidak pernah dilaporkan terjadi reaksi tertentu pada kulit akibat penggunaan dermal filler ini. Hanya saja bila sebelumnya pasien sudah pernah menggunakan dermal filler dari merek lain, sebaiknya tidak langsung berganti menggunakan filler dari Restylane. Selain itu, proses injeksi juga tidak boleh dilakukan jika ada luka terbuka di kulit, atau terdapat penyakit kulit.

Filler ini akan bertahan hingga satu tahun. Setelah satu tahun, diinjeksi lagi. Sementara itu, dr Maya berpesan, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung histamin, seperti terasi atau seafood.

Untuk mengetahui dermal filler Restylane dan bahan dasar yang digunakan, baca juga Hidung Mancung Tanpa Bedah Plastik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau