JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem perkeretaapian di Jabodetabek akan mulai menggunakan sistem commuter line pada tanggal 1 April mendatang. Dengan sistem ini, tidak ada lagi KRL Ekspress yang saling susul dengan KRL Ekonomi AC ataupun KRL Ekonomi. Seluruh kereta api akan berhenti di setiap stasiun. S
ekretaris Perusahaan PT KRL Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran mengungkapkan, perubahan pola operasi KRL Ekspress menjadi commuter line akan memengaruhi harga tiket perjalanan KRL Commuter. Per 1 April, tarif KRL Ekspress dan Ekonomi AC menjadi Rp 6.000-Rp7.000.
"Tarif masih digodok, tapi rencananya per 1 April, kisaran tarif jadi Rp 6.000-Rp 7.000, tergantung dari jarak perjalanannya. Semakin jauh akan ditetapkan yang paling atas," kata Makmur, Selasa (29/3/2011), saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, Makmur mengungkapkan, tarif tersebut kemungkinan berlaku hingga bulan Juli 2011. "Di bulan Juli akan naik menjadi Rp 8.000-Rp 9.000. Tapi ini masih belum tetap. Kami masih fokus pada perubahan pola jadi commuter line per 1 April dulu," katanya.
Adapun, di seluruh stasiun sudah dipasang pengumuman sosialisasi perubahan pola KRL ini. Di Stasiun Cikini, misalnya, petugas juga sudah menempel pengumuman terkait tarif yang akan berubah per tanggal 1 April. Untuk jurusan Bekasi - Gambir/ Pasar Senen - Jakarta dan Bekasi - Manggarai - Tanah Abang, tarifnya Rp 6.000. Sedangkan Bogor - Jakarta/Tanah Abang dengan tarif Rp 7.000. Dan untuk jalur Serpong - Tanah Abang/ Manggarai, dikenai tarif Rp 6.000, dan rute Angke - Depok tarifnya Rp 7.000.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang