Pemerintah Kekurangan Lahan Bangun Rumah Murah

Kompas.com - 02/04/2011, 07:49 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenegpera) masih kekurangan lahan ribuan hektare untuk lokasi membangun rumah murah bagi masyarakat.

"Kesiapan lahan yang ada saat ini baru mencukupi untuk pembangunan rumah murah sekitar 40 ribu unit, padahal target ketersediaannya bisa mencapai 110 ribu unit rumah," kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa usai mengikuti upacara HUT ke-97 Kota Malang di balai kota setempat, Jumat.

Untuk luasan satu hektare lahan, katanya, minimal bisa untuk membangun sekitar 60-65 unit rumah termasuk fasilitas umum dan sosialnya. Total lahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah murah bagi rakyat itu sekitar 2.000 hektare dan yang sudah siap baru sekitar 650 hektare.

Rumah murah yang disediakan oleh pemerintah tersebut peruntukannya bagi warga sangat miskin (klaster I) dan harga jual rumah murah tersebut ditawarkan antara Rp20-Rp25 juta per unit.

Klafisikasi warga sangat miskin (klaster I) tersebut di antaranya adalah warga yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) dan pemegang kartu jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Kesiapan lahan untuk pembangunan rumah murah dengan lahan hibah dari kota/kabupaten di Jawa Timur di antaranya adalah Kota Malang yang menyiapkan lahan seluas 200 hektare, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Sumenep.

Selain warga miskin yang masuk kluster I, warga yang masuk kategori klaster II, III dan IV juga tetap mendapatkan kemudahan untuk memiliki rumah dan aset lainnya yang disediakan pemerintah.

Warga klaster II tersebut difasilitasi melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dengan perbaikan hunian dan dibantu untuk pengurusan sertifikatnya. "Program ini sudah berjalan dengan baik," ujarnya.

Sedangkan warga hampir miskin yang masuk kategori klaster III juga bakal dibantu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan. Hanya saja, bagi warga klaster III yang ingin memiliki rumah ada persyaratan tertentu, yakni berpenghasilan tetap minimal Rp1,5 juta/bulan.

Menurut dia, warga yang menjadi anggota KUR tersebut lebih mudah untuk mendapatkan rumah murah yang disediakan pemerintah, karena penghasilan sudah jelas dari pengoptimalan penggunaan dana KUR-nya.

Sementara untuk warga yang masuk kluster IV, lanjutnya, pemerintah juga akan membantu fasilitas kepemilikan aset melalui KPR. Harga jual rumah murah untuk kluster IV tersebut sekitar Rp55 juta. "Kami upayakan pada tahun 2014 mendatang ketersediaan rumah murah bagi masyarakat miskin ini sudah mendekati tuntas," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau