Karawang, Kompas
Itu adalah kemenangan kedua berturut-turut Pelita Jaya setelah mengalahkan tuan rumah Bontang FC, 2-1, pada 26 Maret. Pelita kini berada di peringkat ke-14 dengan 19 poin, terpaut satu angka dari Persijap yang tertahan di peringkat ke-13. Persijap gagal menuai poin dalam dua laga terakhir, sebelumnya Persijap kalah telak 0-3 dari tuan rumah Semen Padang.
Dua gol Pelita Jaya diciptakan Safee Sali pada menit ke-10 dan Joko Sasongko pada menit ke-65. Joko tampil cemerlang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut. Persijap sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah, tetapi gagal menciptakan gol hingga wasit Retu Slamet mengakhiri laga.
Persijap menggebrak di awal babak pertama. Kerja sama yang digalang Evaldo Silva dan kawan-kawan mengejutkan lini pertahanan Pelita Jaya dan beberapa kali mengancam gawang
Pada menit keempat, Alberto ”Beto” Goncalves menceploskan bola, tetapi wasit menganulirnya karena Beto dinilai off-side.
Pada babak kedua, Pelita tetap menyerang. Empat pemain jebolan Pelita Jaya U-21 di lini tengah menghidupkan serangan Pelita. Penyerang Safee, Feriansyah Mas’ud, dan Juan Ramirez beberapa kali membahayakan gawang Danang Wihatmoko, tetapi kedudukan tidak berubah.
Pada laga Divisi Utama, Gresik United menekuk tamunya, Persik Kediri, 1-0 di Stadion Petrokimia Gresik. Satu-satunya gol tim berjuluk ”Laskar Joko Samudero” ini dicetak melalui tendangan penalti Sanhueza Pena Luis pada menit ke-31. Gresik United pun berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup II.
Tim polesan pelatih Sanusi Rahman ini sangat dominan di babak pertama. Sepuluh menit awal ada tiga tendangan keras dari Heri Purnomo, Mulham Arufin, dan Lexe Anderson mengarah ke gawang. Namun, penjaga gawang Persik, Heri Prasetyo, mampu menyelamatkan gawangnya agar tidak kebobolan. Tendangan Agustiar Batubara juga melambung di atas mistar gawang Persik.
Tiga penyerang Gresik United, Mulham Arufin, Khabbib Syukron, dan M Rizki Mirzamah, berupaya mendobrak pertahanan anak asuh Jaya Hartono.
Akhirnya, pemain Persik, Slamet Sampurno, handball dan berbuah tendangan penalti. Pena yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menundukkan penjaga gawang Persik, Hery Prasetyo.
Pelatih Persik Kediri Jaya Hartono menilai, timnya bermain bagus, bahkan pada babak kedua memegang kendali. ?
”Sayangnya, jika pemain kami ditarik atau terkena pukul, itu tidak dianggap pelanggaran. Tetapi, jika pemain kami menyenggol sedikit, sudah free kick (tendangan bebas). Soal handball, saya maklum itu jadi penalti,” ujar Jaya.
Asisten Pelatih Gresik United Zainal Abidin menyatakan, keputusan wasit sudah tepat. Timnya sudah bermain bagus dengan tempo cepat. ”Kami tidak ingin kecolongan.”