Liga super indonesia

Pelita Berjuang Lepas dari Zona Degradasi

Kompas.com - 04/04/2011, 04:25 WIB

Karawang, Kompas - Pelita Jaya perlahan-lahan berusaha melepaskan diri dari zona degradasi Liga Super Indonesia. Pelita semakin mendekati batas atas zona degradasi setelah mengalahkan sesama tim papan bawah, Persijap Jepara, 2-0 di Stadion Singaperbangsa Karwang, Jawa Barat, Minggu (3/4).

Itu adalah kemenangan kedua berturut-turut Pelita Jaya setelah mengalahkan tuan rumah Bontang FC, 2-1, pada 26 Maret. Pelita kini berada di peringkat ke-14 dengan 19 poin, terpaut satu angka dari Persijap yang tertahan di peringkat ke-13. Persijap gagal menuai poin dalam dua laga terakhir, sebelumnya Persijap kalah telak 0-3 dari tuan rumah Semen Padang.

Dua gol Pelita Jaya diciptakan Safee Sali pada menit ke-10 dan Joko Sasongko pada menit ke-65. Joko tampil cemerlang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut. Persijap sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah, tetapi gagal menciptakan gol hingga wasit Retu Slamet mengakhiri laga.

Persijap menggebrak di awal babak pertama. Kerja sama yang digalang Evaldo Silva dan kawan-kawan mengejutkan lini pertahanan Pelita Jaya dan beberapa kali mengancam gawang I Made Kadek Wardana.

Pada menit keempat, Alberto ”Beto” Goncalves menceploskan bola, tetapi wasit menganulirnya karena Beto dinilai off-side.

Pada babak kedua, Pelita tetap menyerang. Empat pemain jebolan Pelita Jaya U-21 di lini tengah menghidupkan serangan Pelita. Penyerang Safee, Feriansyah Mas’ud, dan Juan Ramirez beberapa kali membahayakan gawang Danang Wihatmoko, tetapi kedudukan tidak berubah.

Pada laga Divisi Utama, Gresik United menekuk tamunya, Persik Kediri, 1-0 di Stadion Petrokimia Gresik. Satu-satunya gol tim berjuluk ”Laskar Joko Samudero” ini dicetak melalui tendangan penalti Sanhueza Pena Luis pada menit ke-31. Gresik United pun berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup II.

Tim polesan pelatih Sanusi Rahman ini sangat dominan di babak pertama. Sepuluh menit awal ada tiga tendangan keras dari Heri Purnomo, Mulham Arufin, dan Lexe Anderson mengarah ke gawang. Namun, penjaga gawang Persik, Heri Prasetyo, mampu menyelamatkan gawangnya agar tidak kebobolan. Tendangan Agustiar Batubara juga melambung di atas mistar gawang Persik.

Tiga penyerang Gresik United, Mulham Arufin, Khabbib Syukron, dan M Rizki Mirzamah, berupaya mendobrak pertahanan anak asuh Jaya Hartono.

Akhirnya, pemain Persik, Slamet Sampurno, handball dan berbuah tendangan penalti. Pena yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menundukkan penjaga gawang Persik, Hery Prasetyo.

Pelatih Persik Kediri Jaya Hartono menilai, timnya bermain bagus, bahkan pada babak kedua memegang kendali. ?

”Sayangnya, jika pemain kami ditarik atau terkena pukul, itu tidak dianggap pelanggaran. Tetapi, jika pemain kami menyenggol sedikit, sudah free kick (tendangan bebas). Soal handball, saya maklum itu jadi penalti,” ujar Jaya.

Asisten Pelatih Gresik United Zainal Abidin menyatakan, keputusan wasit sudah tepat. Timnya sudah bermain bagus dengan tempo cepat. ”Kami tidak ingin kecolongan.” (MKN/ACI/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau