Rooney Bisa Dihukum

Kompas.com - 04/04/2011, 04:26 WIB

MANCHESTER, MINGGU - ”Mengherankan.” Hal itu dilontarkan Direktur Pengembangan Sepak Bola Asosiasi Sepak Bola Inggris Trevor Brooking atas ulah striker Manchester United, Wayne Rooney, seusai mencetak trigol saat MU melibas West Ham United, 4-2, di Liga Inggris, Sabtu (2/4).

Pada laga di Upton Park itu, seusai mencetak gol ketiganya dari titik penalti, menit ke-79, Rooney menghampiri kamera televisi dan meneriakkan kata-kata umpatan yang cukup terdengar sebagai bagian selebrasinya.

”Besok (Senin ini) bakal ada keputusan soal itu,” kata Brooking kepada BBC Radio 5 Live, Minggu (3/4).

”Mengherankan, setelah mencetak trigol bereaksi dengan cara seperti itu. Itulah yang akan kami periksa secara mendalam,” lanjut Brooking.

Stasiun televisi yang menayangkan Liga Inggris, Sky Sports, menyampaikan permintaan maaf atas lolosnya tayangan tersebut.

Rooney, melalui pernyataan di situs MU (www.manutd.com), juga menyampaikan permintaan maaf. ”Saya ingin meminta maaf atas terlontarnya umpatan yang mungkin terucap saat saya merayakan gol, khususnya bagi para orangtua dan anak-anak yang menyaksikan,” kata Rooney. ”Emosi membubung tinggi dan setelah merenung, reaksi saya saat itu tidak pantas. Ucapan itu tidak diarahkan secara khusus kepada siapa pun.”

Sebagian media Inggris dalam edisi Minggu kemarin lebih banyak menyoroti ulah Rooney tersebut daripada kesuksesan trigolnya. Padahal, itu trigol pertama dia dalam 14 bulan terakhir. ”Setan Merah Mengubah Udara Jadi Kelabu”, begitu judul berita The Sunday Times.

Kolumnis sepak bola Gabriele Marcotti melalui akun Twitter- nya menulis, ”Dia (Rooney) tampil dalam tayangan televisi dan jika kamera menayangkan ulahnya, dia seharusnya terkena hukuman meski kasusnya tidak serius.”

Aturan FA

Bukan kali ini saja Rooney berbuat ulah serupa. Tahun lalu, saat timnas Inggris ditahan Aljazair, 0-0, di Piala Dunia 2010, ia juga menjadi sorotan atas ulahnya melontarkan pernyataan lewat kamera televisi. ”Senang bertemu para suporter yang mencemooh Anda. Seperti itukah dukungan loyal itu,” teriaknya.

Namun, pernyataan itu bukan umpatan dan berbeda dengan ucapannya pada laga lawan West Ham. Aturan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyebutkan, ”Peserta harus selalu berbuat yang terbaik demi kebaikan pertandingan dan tidak boleh bertindak hal-hal yang tidak pantas atau yang menyebabkan rusaknya reputasi pertandingan atau menggunakan salah satu atau gabungan perbuatan buruk, pelanggaran serius, ancaman, hinaan, kata-kata, atau tindakan menghina.”

Musim ini Rooney banyak dilanda masalah cedera, persoalan pribadi, dan problem lainnya di dalam maupun luar lapangan. Trigolnya pada Sabtu lalu baru membuat koleksi golnya musim ini 10 gol. Sejak awal Februari, dia mencetak sembilan gol di semua ajang, yang membawa MU lolos ke semifinal Piala FA, perempat final Liga Champions, dan unggul tujuh poin di Liga Inggris.

Sinyal Wenger

Pada laga yang berakhir Minggu dini hari WIB, Arsenal tertahan 0-0 saat menjamu Blackburn Rovers di Stadion Emirates. Hasil ini membuat selisih poin mereka dengan pemuncak klasemen MU jadi tujuh angka meski Arsenal memiliki tabungan satu laga.

”Secara keseluruhan, ini penampilan kurang bagus dengan level energi yang rendah, kurang tajam, dan cukup jadi perhatian kami,” kata Pelatih Arsenal Arsene Wenger. ”Sebelum kami bicara soal gelar juara, kami harus fokus pada level penampilan kami karena penampilan hari ini tidak cukup bagus.

Hari Minggu, Fulham memukul Blackpool, 2-0. Satu laga lainnya, Manchester City versus Sunderland, masih berlangsung saat berita ini diturunkan.

(AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau