Santia tri kusuma

Target Saya Juara Dunia

Kompas.com - 05/04/2011, 04:44 WIB

Pengantar Redaksi

Kecintaannya terhadap balap sepeda, bagi Santia Tri Kusuma, bukanlah sebatas kata-kata. Pebalap sepeda putri terbaik Indonesia itu bahkan sampai rela menunda memiliki momongan karena dia ingin berkonsentrasi mengikuti kualifikasi Olimpiade. ”Saya ingin berlaga di sana,” ujarnya suatu saat.

Santia pulalah satu-satunya pebalap sepeda Indonesia yang tampil pada Olimpiade Athena 2004. Walaupun waktu kecil bercita-cita menjadi polisi wanita, ternyata jalan hidupnya malah menekuni balap sepeda. Darah balap sepeda rupanya mengalir dari ayahnya, Santoso, mantan pebalap sepeda. Kakaknya, Prio Santoso, pun seorang pebalap sepeda.

Bintang Santia semakin berkilau setelah dua tahun lalu dia memilih nomor jalan raya, dari nomor sepeda gunung yang diikuti sebelumnya.

Apa yang menjadi motivasi Santia berubah dari sepeda gunung ke nomor jalan raya?

(Menur, Kemayoran, xxxx@yahoo.co.id)

Motivasi saya berubah dari sepeda gunung ke nomor jalan raya adalah menjadi juara di level ASEAN maupun Asia. Dan di nomor jalan raya saya bisa mengembangkan kemampuan di banyak nomor, seperti road maupun di dalam nomor track. 

Bagaimana pandangan Santia tentang sepeda fixed gear yang sedang tren di Jakarta saat ini, dari sisi fungsi, keamanan, dan manfaat?

(Widhi, xxxx@gmail.com)

Sepeda fixed gear yang sedang tren menurut saya bagus aja. Salah satu fungsinya tentu saja sebagai transportasi. Tapi dari segi keamanan, menurutku, kurang. Fixed gear itu kan idealnya dipakai di arena trek/velodrome. Jika dipakai di jalanan Ibu Kota akan sedikit berbahaya karena kondisi lalu lintas sangat padat. Sering kita lihat metromini dan angkot berhenti tiba-tiba. Untuk manfaatnya, selain untuk transportasi, kita bisa berolahraga dan kumpul-kumpul dengan komunitas fixed gear. Tetapi yang pasti, kita sudah ikut mengurangi polusi serta irit ongkos, he-he-he....

Penggemar sepeda saat ini meningkat di Indonesia, baik MTB maupun sepeda jenis lain. Apakah hal tersebut berpengaruh juga terhadap lahirnya atlet-atlet sepeda baru? 

(Dwi, Depok, xxxxx@gmail.com)

Sangat berpengaruh sekali karena dengan meningkatnya jumlah pesepeda, baik road, MTB, atau BMX, maka akan ada banyak event-event pertandingan sepeda yang diselenggarakan. Dari event- event tersebut akan lahir bibit atlet sepeda baru.

Mbak Santia dulu Anda pernah menekuni kelas MTB, kok pindah ke kelas road, mungkin bisa minta penjelasannya? Apa saran Mbak untuk menjaga stamina bersepeda agar kita mampu menambah kemampuan dalam kelas road maupun MTB? Sepeda mana yang paling Anda sukai?

(Tedi, xxxx@gmail.com)

Ketika saya pindah dari MTB ke road, keinginan saya adalah menjadi juara Asia karena saya melihat bakat saya di road bisa lebih tajam dan bisa bersaing di Asia.

Latihan sepeda untuk menambah kemampuan harus bertahap. Tentunya semua unsur latihan, seperti daya tahan (endurance), kekuatan (strenght), dan kecepatan (speed) harus ada dalam metode latihan kita. Untuk menjaga stamina, perhatikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh kita termasuk vitamin dan mineral, serta protein untuk memperbaiki sel- sel otot setelah berlatih.

Saya menyukai sepeda yang mengantar saya menjadi juara di Asian Games 2010 kemarin, yakni Polygon Helios. Sedangkan untuk rim saya menyukai Campagnolo Bora.

Kalau boleh tahu, apa sih Mbak rahasianya bisa menjadi juara?

(Amir Hamzah, Ponpes UII-FIAI Yogyakarta)

Ha-ha.. tidak ada rahasia untuk menjadi juara, hanya tulus, ikhlas, tekun latihan, dan tekad kita untuk mempersembahkan semua yang terbaik diri kita untuk Indonesia.

Kebanyakan sekarang ini bersepeda baru sebagai hobi. Bagaimana caranya agar bisa jadi atlet?

(Akbar Fauzan, Padang)

Memang semua harus berawal dari hobi. Setelah itu kita berlatih dengan senang dan tidak ada paksaan. Kemudian kita bisa ikut pertandingan deh. Prosesnya ya dari hobi, kemudian berlatih, ikut bergabung di klub/pengurus cabang dan mengikuti pertandingan-pertandingan. Jika kita berprestasi pasti nanti akan terpantau. Semangat ya!

Olahragawan bisa dikatakan sebagai pahlawan bangsa. Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan prestasi yang Anda torehkan untuk Indonesia. Apa saran Anda untuk masyarakat dan pemerintah mengenai perkembangan balap sepeda di Indonesia? Untuk ke depannya target gelar apalagi yang ingin Anda raih?

(Loedwijk Rizal, Jakarta)

Saran saya, mungkin perlu penghargaan dan perhatian dari pemerintah untuk balap sepeda. Selain itu, ekspos dari media juga perlu ditingkatkan sehingga masyarakat akan semakin banyak mengetahui dan menggeluti balap sepeda. Ke depannya saya ingin menjadi juara di tingkat dunia, insya Allah, mohon doanya ya....

Apa yang Anda lakukan untuk mempromosikan balap sepeda yang biasa digeluti para lelaki agar diminati perempuan Indonesia?

(Ismaturrahmi, Yogyakarta)

Yang bisa saya lakukan agar balap sepeda juga diminati perempuan Indonesia adalah dengan menunjukkan prestasi gemilang dengan tidak meninggalkan sisi kewanitaan. Bahwa dengan memilih balap sepeda sebagai olahraga prestasi saya tidak menjadi hitam seperti yang ditakutkan kebanyakan. Saya tetap feminin dan balap sepeda bisa menjadi profesi yang menjanjikan.


Seandainya Santia tidak menjadi atlet pebalap sepeda, kira-kira akan jadi apa? Siapakah wanita pengukir sejarah yang menjadi idola Anda?

(Mahmud, Banda Aceh)

Kalau enggak menjadi atlet kayaknya saya menjadi polwan.

Wanita pengukir sejarah yang jadi idola tentu Ibu Kartini. Beliau sangat menginspirasi saya.

Apa road bike (sepeda balap) dan MTB favorit Anda?

(Benny Philippi, Jakarta Utara)

Road bike (sepeda balap) favorit: Polygon Helios 780 & 900 MTB favorit: Cozmic RX3

 Kapan ada kesempatan Anda untuk dapat ke Makassar memotifasi kami yang juga penggemar sepeda balap. Apa tips Anda buat kami?

(Tomy Sapari, Makassar)

Wah saya juga akan senang sekali jika bisa datang ke Makassar. Kita bisa berbagi pengalaman dan tips tentang bersepeda yang benar, sehat, dan berprestasi.

Tips berlatih pukul 05.30 sampai dengan 07.00: tetap sarapan ringan, tetapi sarat nutrisi yang dibutuhkan tubuh kita, bahkan untuk berolahraga, seperti jus.

Tips tur: Sebaiknya sediakan makanan suplai berenergi tinggi.

Apakah ada dokter khusus bagi pesepeda? Saya ingin bersepeda dengan benar tanpa berisiko terhadap jantung saya?

(Iman Sudjadi, Magelang)

Dokter khusus pesepeda sama dengan dokter olahraga pada umumnya. Anda tentu bisa mengonsultasikan dengan mereka. Tips saya agar Anda bisa bersepeda dengan benar dengan kecepatan dan tanpa risiko terhadap jantung, sebaiknya Anda memakai pulse monitor yang bisa digunakan untuk mengukur detak jantung saat berlatih, detak jantung maksimal Anda, kalori, kecepatan sepeda, jarak. Monitor ini akan memberitahu jika Anda sudah melampaui batas maksimal denyut jantung.

Apa cita-cita Mbak Santia pada saat masih kecil? Apa target terdekat Mbak?

(Ardinkusuma, xxxx@yahoo.com)

Cita-cita saya saat masih kecil adalah menjadi polwan. Dan sekarang bisa menjadi pebalap hebat karena saya mencintai profesi ini, tekun, dan ulet sehingga tanpa terasa banyak pengalaman yang menjadi pelajaran dalam meraih prestasi yang membanggakan. Target terdekat yaitu Sea Games di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya. Mohon doanya ya....

Dear Santia, apa 3 faktor kunci kesuksesan latihan Anda?

(Coach Charles Botte Gunadi, xxxx@actioncoach.com)

Faktor-faktor kunci sukses dalam latihan adalah mematuhi program yang diberikan pelatih, menjalankan dengan benar dan tepat setiap detail latihan, dan bersukacita dalam menjalankannya. Salam FUNtastic....

Aku ngefans banget sama Mbak Santia, aku juga suka banget main sepeda, aku mau tanya kunci suksesnya Mbak Santia menjadi seorang atlet sepeda hingga sukses seperti apa? Sepertinya aku mau benar-benar menggeluti sepeda. Selain itu, sepeda yang bagus itu sepeda yang seperti apa? Kalau Mbak Santia pakai sepeda apa?

(Tata, xxxx@yahoo.com)

Dear Tata, senang sekali aku mendengar Tata ingin serius menggeluti balap sepeda. Kuncinya, tekun berlatih, gembira, dan berdoa. Sepeda yang bagus adalah yang sesuai dan pas dengan ukuran kita sehingga kita nyaman dan menguasai sepeda itu. Kalau sekarang saya memakai dengan nyaman sepeda road Polygon Helios 780 seperti yang saya pakai di Asian Games 2010 di China. (hLN)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau