Evaluasi koalisi

Kontrak Baru Koalisi Belum Final

Kompas.com - 06/04/2011, 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, mengatakan, kontrak koalisi baru yang banyak dibicarakan masih belum final. Kontrak masih berupa draf yang memang sudah dimintakan persetujuannya kepada para anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi untuk kemudian disusun menjadi draf final.

"Yang nyusun kan tim kecil, terus diserahkan ke masing-maisng partai untuk dikoreksi," katanya kepada Kompas.com, Rabu (6/4/2011).

Draf tersebut sudah disampaikan kepada para perwakilan anggota koalisi untuk dibaca. Anggota koalisi juga diminta untuk membubuhkan paraf jika sepakat dengan draf awal tersebut. Jika telah disepakati bersama, maka draf ini akan segera ditetapkan sebagai draf final.

Jadi, lanjutnya, draf yang sekarang sedang ramai diperbincangkan memang draf yang masih bisa dikoreksi oleh para anggota koalisi. Pada draf baru itu memang memuat poin bahwa setiap anggota koalisi wajib menerapkan keputusan Setgab di DPR RI jika sudah dibicarakan di dalam forum internal Setgab.

Namun, Mubarok mengaku belum tahu apakah PKS dan Golkar sudah menandatangani atau belum.

"Belum, saya belum ngecek," katanya.

Menurut Mubarok pula, draf kontrak koalisi baru itu disusun oleh tim kecil tanpa mengikutsertakan PKS di dalamnya. Mengapa tak melibatkan PKS?

"Ya karena tak diajak..." katanya singkat tanpa mau menjelaskan lebih lanjut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau