Bencana banjir

Banjir Kembali Merendam Langkat

Kompas.com - 06/04/2011, 21:33 WIB

LANGKAT, KOMPAS.com — Banjir kembali merendam ratusan rumah di Kecamatan Wampu dan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, akibat meluapnya sejumlah sungai menyusul hujan deras yang terjadi di daerah itu.

"Memang hujan turun dalam beberapa hari ini, menyebabkan air Sungai Sei Lincing meluap," kata Camat Wampu Elvi Handayani ketika dihubungi pada Rabu (6/4/2011).

Menurut dia, yang mengkhawatirkan hanya di Desa Mekar Jaya karena rumah berada di bawah tanggul sehingga rembesan air langsung ke rumah wargat.

Elvi Handayani mengatakan, apabila hujan deras, Sungai Sei Lincing dipastikan akan meluap. Untuk itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar tanggul yang ada kembali ditinggikan.

"Upaya penanggulangan juga harus melibatkan kecamatan tetangga, yaitu Batang Serangan, terutama untuk memperbaiki pintu air," katanya.

Pintu air tersebut dibuat tahun 1990 dan sudah rusak sehingga air dengan mudah keluar-masuk permukiman warga Mekar Jaya.

Paimin, warga Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, yang dihubungi, menjelaskan, sejumlah rumah warga dimasuki air dengan ketinggian hingga sepinggang.

"Sementara ini ada yang memilih mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terendam air. Kami sangat membutuhkan bantuan mesin untuk menguras air agar dapat disalurkan ke tali air yang berada di dekat permukiman," katanya.

Banjir juga menggenangi rumah warga di Kecamatan Padang Tualang karena hujan yang sejak beberapa hari terakhir kembali turun.

Akibatnya, beberapa tanggul sungai tidak sanggup lagi menahan air, lalu merembes dan menggenangi permukiman masyarakat yang ada di sekitarnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Langkat dapat segera memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau