Akses tol tanjung priok

Trotoar, Bangunan, dan Pohon Dibongkar

Kompas.com - 07/04/2011, 20:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan perpanjangan Jalan Tol Wiyoto Wiyono akses Pelabuhan Tanjung Priok akan diikuti pembongkaran trotoar dan sejumlah bangunan di pinggir Jalan Yos Sudarso sepanjang 3 kilometer dengan luas 14.628 meter persegi. Sebanyak 700 pohon yang tumbuh di trotoar yang akan dibongkar itu juga akan ditebang.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Tri Kurniadi, Kamis (7/4/2011), mengatakan, pembongkaran di trotoar akan menghabiskan separuh badan trotoar, dari lebar 2 meter menjadi 1 meter. Pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang trotoar itu juga akan ditebang.

Menurut Kurniadi, sebagian bangunan yang berdiri di pinggir Jalan Yos Sudarso, mulai dari Pasar Ular Permai hingga Pelabuhan Tanjung Priok dan Jalan Jampea, Cilincing, juga akan dibongkar. "Hotel Sepinggan yang berada dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagian halamannya juga kena pembongkaran," jelasnya.

Namun, hingga saat ini, ungkap Kurniadi, Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama pelaksana pembangunan jalan tol, PT Hutama Karya, baru menyosialisasikan rencana pembongkaran trotoar dan sejumlah bangunan itu dan belum memasuki tahap pembebasan lahan. Namun, lanjutnya, pembongkaran itu ditargetkan selesai tahun 2011 karena proyek pembangunan perpanjangan Jalan Tol Wiyoto Wiyono itu selesai pertengahan tahun 2012.

"Rencananya memang pembongkaran tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan jalan tol itu," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Chatarina Suryowati mengatakan, untuk 700 pohon yang akan ditebang akan diganti dengan 7.000 pohon baru. "Sesuai aturan di Jakarta, setiap pohon yang ditebang harus diganti dengan 10 pohon baru," katanya.

Penggantian pohon itu, menurut Chatarina, menjadi tanggung jawab pihak yang menangani proyek pembangunan jalan tol itu, yakni PT Hutama Karya. Sementara Dinas Pertamanan dan Pemakaman akan memantau pelaksanaan penggantian pohon dan yang terpenting lokasi yang pohonnya ditebang harus ditanami pohon kembali. Selebihnya, pohon akan ditanam di sejumlah taman dan jalur hijau di Jakarta Utara.

Sejauh ini memang belum ada pohon yang diberikan pihak yang menangani proyek jalan tol itu. "Tetapi kami akan tetap memantaunya dan menagihnya karena penghijauan ini harus dilaksanakan dengan benar," katanya.

Lebih lanjut Chatarina mengatakan, jenis pohon untuk pengganti itu bisa beragam dan yang terpenting cocok dengan kondisi cuaca di Jakarta Utara yang panas dan bukan pohon angsana yang mudah tumbang. Jenis pohon untuk pengganti itu bisa pohon trembesi dan mahoni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau