JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan perpanjangan Jalan Tol Wiyoto Wiyono akses Pelabuhan Tanjung Priok akan diikuti pembongkaran trotoar dan sejumlah bangunan di pinggir Jalan Yos Sudarso sepanjang 3 kilometer dengan luas 14.628 meter persegi. Sebanyak 700 pohon yang tumbuh di trotoar yang akan dibongkar itu juga akan ditebang.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Tri Kurniadi, Kamis (7/4/2011), mengatakan, pembongkaran di trotoar akan menghabiskan separuh badan trotoar, dari lebar 2 meter menjadi 1 meter. Pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang trotoar itu juga akan ditebang.
Menurut Kurniadi, sebagian bangunan yang berdiri di pinggir Jalan Yos Sudarso, mulai dari Pasar Ular Permai hingga Pelabuhan Tanjung Priok dan Jalan Jampea, Cilincing, juga akan dibongkar. "Hotel Sepinggan yang berada dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagian halamannya juga kena pembongkaran," jelasnya.
Namun, hingga saat ini, ungkap Kurniadi, Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama pelaksana pembangunan jalan tol, PT Hutama Karya, baru menyosialisasikan rencana pembongkaran trotoar dan sejumlah bangunan itu dan belum memasuki tahap pembebasan lahan. Namun, lanjutnya, pembongkaran itu ditargetkan selesai tahun 2011 karena proyek pembangunan perpanjangan Jalan Tol Wiyoto Wiyono itu selesai pertengahan tahun 2012.
"Rencananya memang pembongkaran tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan jalan tol itu," katanya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Chatarina Suryowati mengatakan, untuk 700 pohon yang akan ditebang akan diganti dengan 7.000 pohon baru. "Sesuai aturan di Jakarta, setiap pohon yang ditebang harus diganti dengan 10 pohon baru," katanya.
Penggantian pohon itu, menurut Chatarina, menjadi tanggung jawab pihak yang menangani proyek pembangunan jalan tol itu, yakni PT Hutama Karya. Sementara Dinas Pertamanan dan Pemakaman akan memantau pelaksanaan penggantian pohon dan yang terpenting lokasi yang pohonnya ditebang harus ditanami pohon kembali. Selebihnya, pohon akan ditanam di sejumlah taman dan jalur hijau di Jakarta Utara.
Sejauh ini memang belum ada pohon yang diberikan pihak yang menangani proyek jalan tol itu. "Tetapi kami akan tetap memantaunya dan menagihnya karena penghijauan ini harus dilaksanakan dengan benar," katanya.
Lebih lanjut Chatarina mengatakan, jenis pohon untuk pengganti itu bisa beragam dan yang terpenting cocok dengan kondisi cuaca di Jakarta Utara yang panas dan bukan pohon angsana yang mudah tumbang. Jenis pohon untuk pengganti itu bisa pohon trembesi dan mahoni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang