JAKARTA, KOMPAS -
”Kami belum pleno, jadi sementara referensi kami merujuk pada
Pernyataan itu dikemukakan untuk menjawab pertanyaan wartawan soal boleh tidaknya empat kandidatnya yang dilarang FIFA maju dicalonkan sebagai wakil ketua atau anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015. Dalam keputusan yang dirilis melalui situs resminya pada 4 April lalu, FIFA menegaskan ”tidak bisa dicalonkannya empat kandidat yang pernah digugurkan Komite Banding Pemilihan pada 28 Oktober sebagai ketua PSSI”.
Keempat kandidat itu tidak disebutkan dalam rilis FIFA, tetapi figur yang dimaksud adalah Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro. Pertanyaan wartawan
Beberapa kalangan, antara lain PSM Makassar, mendesak agar Komite Normalisasi menerima penjaringan bakal calon Nirwan, Toisutta, dan Arifin karena dinilai tidak ada pelanggaran Statuta FIFA dan Statuta PSSI
Joko mengungkapkan, Komite Normalisasi tidak akan mencantumkan nama-nama dalam draf Kode Pemilihan PSSI, yang disusun mengacu Kode Pemilihan Standar FIFA dan Statuta PSSI. ”Kalau ada larangan dari FIFA pada beberapa nama, itu akan jadi referensi saja,” katanya.
Draf Kode Pemilihan PSSI itu sedianya dituntaskan, Jumat kemarin, sebelum dikirim ke FIFA. Namun, hanya empat anggota Komite Normalisasi yang hadir di kantor PSSI. Tiga anggota lainnya, Sukawi Sutarip, Hadi Rudiatmo, dan Samsul Ashar, tidak datang. Adapun Ketua Komite Agum Gumelar, menurut Joko, tengah bertugas ke luar kota.
Terkait keputusan FIFA yang melarang dirinya masuk bursa bakal calon ketua umum PSSI, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta menilai, tindakan FIFA untuk mencampuri persoalan PSSI merupakan intervensi yang tidak menghargai asas peraturan yang berlaku di Indonesia.
Ditemui di Jakarta, Jumat, ia mengatakan, dirinya selama memimpin organisasi olahraga judo di Indonesia tidak pernah ada intervensi dari badan dunia judo. ”Tidak ada intervensi badan dunia terhadap organisasi judo kita. Saya pun tidak dalam posisi mencalonkan diri, tetapi dicalonkan oleh teman-teman,” ujarnya.
Ketika ditanya lebih lanjut apakah dia akan mengajukan diri sebagai ketua umum PSSI, George berseloroh dan mengatakan, ”Mari bung rebut kembali.”
Sementara dalam pernyataan persnya, Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) yang dipimpin Taufik Jursal Effendi mengingatkan sejumlah kalangan agar ”mewaspadai para oportunis sepak bola yang akan memanfaatkan momentum pemilihan ketua umum PSSI 2011-2015 tanpa jerih payah dalam perjuangan revolusi sepak bola Indonesia.”
ASSBI juga berharap FIFA memberi kesempatan kepada