Grand prix 3

Rio: 3 Tahun Lagi Saya ke F1

Kompas.com - 09/04/2011, 15:13 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pebalap muda Indonesia, Rio Haryanto, membidik target tertinggi pada musim keduanya di arena Grand Prix 3 (GP3). Meskipun tantangannya pasti sangat berat, tetapi pemuda berusia 18 tahun ini bertekad menyabet gelar juara dunia dalam event yang menjadi tangga menuju impian utama sebagai pebalap Formula 1 (F1).

Ambisi yang membubung tinggi itu muncul setelah dia menuai hasil impresif pada musim lalu. Dalam debutnya di GP3 pada musim 2010, Rio di luar dugaan bisa finis di posisi lima, setelah mencatat satu kemenangan di Sirkuit Istanbul (Turki), runner-up di Sirkuit Silverstone (Inggris), dan peringkat 3 di Sirkuit Monza (Italia). Atas prestasi itu, Rio dinobatkan sebagai Best Driver Manor Racing Team, sehingga dia mendapat "hadiah" menjadi test drive mobil F1 di Sirkuit Abu Dhabi--pebalap pertama dari Indonesia yang menjajal mobil F1.

"Target saya adalah menjadi juara GP3 setelah musim lalu finis di posisi lima. Saya akui, ini pasti tidak mudah karena harus menghadapi para pebalap tangguh dari Inggris, Swiss, Portugal, Spanyol, dan Amerika Serikat," ujar Rio, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (9/4/11).

Anak dari mantan juara nasional gokart Sinyo Haryanto ini juga menjelaskan tentang alasan mengapa dirinya belum mau tampil di level lebih tinggi lagi, yaitu GP2. Selain karena faktor dana, Rio juga ingin mematangkan mental dan menimba lebih banyak pengalaman lagi, sehingga akan semakin bagus ketika memutuskan untuk "naik kelas".

"Semoga tiga tahun ke depan saya sudah bisa tampil di Formula 1, apalagi bila bisa masuk top three saat ikut GP2. Karena itu, sekarang saya berusaha lebih matang lagi di GP3. Jika saya bisa tampil bagus dan menjadi juara di sini (GP3), maka tim-tim F1 pasti banyak yang melirik," tambah Rio, yang musim ini juga akan tampil di arena Auto GP.

Rio mengambil keputusan untuk ikut dua kompetisi sekaligus pada musim ini, karena dia ingin menempa mental dan ketahanan fisik, demi mewujudkan target tampil di GP2 pada tahun mendatang. Sebab, Auto GP memiliki kecepatan yang hampir menyerupai GP2 Series. Jadi, Auto GP menjadi arena latihan menuju GP2.

Ibarat tangga menuju level tertinggi di arena balap mobil, GP3 menjadi langkah pertama. Kemudian, Auto GP merupakan fase transisi menuju GP2, sebelum pebalap masuk level tertinggi dan paling bergengsi, yaitu F1.

"Saya kira, Rio sudah berada di jalur yang tepat untuk menuju cita-citanya menjadi pebalap F1. Dia memulai dari GP3 dan Auto GP, lalu ke GP2, sebelum sampai ke F1. Sekarang saatnya Indonesia juga harus masuk F1 karena mungkin kita menjadi satu-satunya negara besar yang belum ada pebalapnya di F1," ujar Ketua Bidang Olahraga IMI, Irawan Sucahyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau