JAKARTA, Kompas.com - Pebalap muda Indonesia, Rio Haryanto, membidik target tertinggi pada musim keduanya di arena Grand Prix 3 (GP3). Meskipun tantangannya pasti sangat berat, tetapi pemuda berusia 18 tahun ini bertekad menyabet gelar juara dunia dalam event yang menjadi tangga menuju impian utama sebagai pebalap Formula 1 (F1).
Ambisi yang membubung tinggi itu muncul setelah dia menuai hasil impresif pada musim lalu. Dalam debutnya di GP3 pada musim 2010, Rio di luar dugaan bisa finis di posisi lima, setelah mencatat satu kemenangan di Sirkuit Istanbul (Turki), runner-up di Sirkuit Silverstone (Inggris), dan peringkat 3 di Sirkuit Monza (Italia). Atas prestasi itu, Rio dinobatkan sebagai Best Driver Manor Racing Team, sehingga dia mendapat "hadiah" menjadi test drive mobil F1 di Sirkuit Abu Dhabi--pebalap pertama dari Indonesia yang menjajal mobil F1.
"Target saya adalah menjadi juara GP3 setelah musim lalu finis di posisi lima. Saya akui, ini pasti tidak mudah karena harus menghadapi para pebalap tangguh dari Inggris, Swiss, Portugal, Spanyol, dan Amerika Serikat," ujar Rio, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (9/4/11).
Anak dari mantan juara nasional gokart Sinyo Haryanto ini juga menjelaskan tentang alasan mengapa dirinya belum mau tampil di level lebih tinggi lagi, yaitu GP2. Selain karena faktor dana, Rio juga ingin mematangkan mental dan menimba lebih banyak pengalaman lagi, sehingga akan semakin bagus ketika memutuskan untuk "naik kelas".
"Semoga tiga tahun ke depan saya sudah bisa tampil di Formula 1, apalagi bila bisa masuk top three saat ikut GP2. Karena itu, sekarang saya berusaha lebih matang lagi di GP3. Jika saya bisa tampil bagus dan menjadi juara di sini (GP3), maka tim-tim F1 pasti banyak yang melirik," tambah Rio, yang musim ini juga akan tampil di arena Auto GP.
Rio mengambil keputusan untuk ikut dua kompetisi sekaligus pada musim ini, karena dia ingin menempa mental dan ketahanan fisik, demi mewujudkan target tampil di GP2 pada tahun mendatang. Sebab, Auto GP memiliki kecepatan yang hampir menyerupai GP2 Series. Jadi, Auto GP menjadi arena latihan menuju GP2.
Ibarat tangga menuju level tertinggi di arena balap mobil, GP3 menjadi langkah pertama. Kemudian, Auto GP merupakan fase transisi menuju GP2, sebelum pebalap masuk level tertinggi dan paling bergengsi, yaitu F1.
"Saya kira, Rio sudah berada di jalur yang tepat untuk menuju cita-citanya menjadi pebalap F1. Dia memulai dari GP3 dan Auto GP, lalu ke GP2, sebelum sampai ke F1. Sekarang saatnya Indonesia juga harus masuk F1 karena mungkin kita menjadi satu-satunya negara besar yang belum ada pebalapnya di F1," ujar Ketua Bidang Olahraga IMI, Irawan Sucahyono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang