Pada lomba yang berlangsung sangat ketat itu, Minggu (10/4) Jenson Button dari tim McLaren sebagai pemenang kedua dan Nick Heidfeld dari tim Renault tampil sangat mengejutkan dengan merebut peringkat ketiga.
”Dua seri, dua kemenangan. Sempurna. Kita boleh bergembira dan membawa momentum ini untuk seri China,” kata Vettel kepada pada anggota timnya.
Namun, Vettel mengingatkan semua anggota tim Red Bull untuk tidak menjadi sombong karena masih banyak seri yang harus dihadapi dan banyak poin yang harus direbut untuk menjadi juara dunia.
Saat ini Vettel mengumpulkan 50 angka dari dua seri, diikuti Jenson Button dengan 26 angka, lalu Lewis Hamilton 24 angka, dan Mark Webber 22 angka.
Sejak awal lomba, Vettel yang menempati posisi start terdepan langsung memimpin lomba dan tidak terkejar oleh Hamilton dan Webber yang memulai dari posisi start kedua dan ketiga.
Hamilton berusaha untuk terus menempel di urutan kedua. Namun, setelah tikungan pertama, Nick Heidfeld yang start di posisi keenam justru dapat melewati Hamilton untuk merebut posisi kedua.
Button berada di posisi keempat dan langsung dibayangi Vitaly Petrov yang menyodok dari posisi start kedelapan. Adapun Webber justru tercecer di urutan kesembilan. KERS atau alat pemacu tenaga di mobil Webber tidak berfungsi dan justru membebani mobil.
Berada di posisi terdepan membuat Vettel leluasa untuk memperlebar jarak dengan Heidfeld sampai tujuh detik. Saat pebalap tim Renault itu masuk pit stop untuk pertama kalinya, gantian Hamilton yang berusaha menekan Vettel dan memperkecil selisih sampai empat detik.
Namun, pada putaran kesepuluh, Hamilton harus masuk ke pit untuk mengganti rodanya yang mulai aus. Hamilton harus kembali masuk ke pit pada putaran ke-18 karena rodanya sudah aus lagi.
”Sepanjang lomba saya berpikir roda saya akan habis. Saya terpaksa masuk pit terlalu awal dibandingkan dengan semua pebalap lainnya. Ini risiko balapan. Saya mulai di peringkat kedua dan sudah melakukan semuanya. Saya tidak bisa berbicara apa-apa lagi,” kata Hamilton dengan nada kecewa di akhir lomba.
Setelah melewati paruh perlombaan, Vettel tampak rapuh karena timnya memberi tahu bahwa KERS di mobilnya tidak dapat digunakan lagi. Namun, harapan para pengejarnya untuk mengambil keuntungan dari kondisi ini segera buyar karena Vettel tetap mampu tampil cepat dan bahkan memperlebar jarak dari Hamilton yang di posisi kedua menjadi delapan detik.
Button juga makin prima setelah melewati putaran ke-28
Pada putaran ke-45, Alonso dan Hamilton bersaing ketat sehingga sempat bersenggolan. Di sebuah tikungan, mobil Alonso menyundul mobil Hamilton sehingga sayap depan mobilnya patah dan terpaksa masuk ke pit.
Insiden itu juga memengaruhi Hamilton sehingga lajunya melambat dan dapat ditempel Heidfeld. Pada putaran ke-52, Hamilton terlalu lebar saat menikung dan membuatnya keluar jalur. Kesempatan ini diambil Heidfeld untuk merebut posisi ketiga.
Hamilton yang terpaksa masuk ke pit lagi membuat Webber dengan leluasa merebut posisi keempat. Vitaly Petrov juga membuat kesalahan saat menikung dan membuatnya masuk ke lapangan pasir.
Vettel akhirnya dapat finis pertama dengan catatan waktu 1 jam 37 menit 39,832 detik, diikuti Button yang berselisih waktu 3,261 detik dan Heidfeld di peringkat ketiga. Webber merebut posisi keempat, Felipe Massa kelima, dan Alonso keenam.
Hamilton di posisi ketujuh, Kamui Kobayashi dari tim Sauber di posisi kedelapan, Michael Schumacher kesembilan, dan pendatang baru dari tim Force India, Paul di Resta, memperoleh angka pertama setelah finis kesepuluh.