Gedung baru dpr

Pimpinan DPR Diminta Jujur

Kompas.com - 11/04/2011, 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Fraksi PPP, Romahurmuziy (Rommy), meminta pimpinan DPR untuk menyampaikan secara jujur dan terbuka terhadap hasil rapat konsultasi dengan fraksi-fraksi terkait kelanjutan pembangunan gedung baru DPR. Rapat tersebut digelar pada Kamis (7/4/2011).

Menurut Rommy, ada penyederhanaan hasil rapat yang disampaikan ke publik. Ia mengatakan, mayoritas fraksi sesungguhnya meminta rasionalisasi terhadap angka pembangunan dan desain gedung. Proses ini dilakukan dengan memutuskan penundaan sementara atas tahapan pembangunan yang tengah berjalan.

"Namun, pimpinan DPR melakukan simplifikasi atas hasil rapat konsultasi. Kami minta rasionalisasi. Katanya itu akan menjadi catatan. Prinsip utama memang, setuju atau tidak setuju, pembangunan diteruskan. Tapi yang disampaikan dan muncul di media bahwa 7 fraksi setuju diteruskan dan dua fraksi menolak. Seharusnya pimpinan DPR jujur mengatakan bahwa persetujuan fraksi dengan catatan, dan akan melakukan tindak lanjut dengan memberhentikan proses prakualifikasi yang berjalan," papar Rommy di Jakarta, Senin (11/4/2011).

Ia menambahkan, fraksinya sudah memberikan sejumlah catatan yang diikuti perhitungan-perhitungan mengenai anggaran yang lebih rasional dari Rp 1,138 triliun yang dianggarkan. "Untuk kebutuhan luas ruangan anggota 111 meter buat dihuni 7 orang, dikalikan 560 anggota, akan didapat angka Rp 500 miliar-Rp 750 miliar. Maka dari itu, kami minta anggaran Rp 1,138 triliun itu diturunkan," kata anggota Komisi VII DPR ini.

Rommy membantah anggapan bahwa fraksi-fraksi "bermuka dua" dengan menyatakan penolakan kepada publik, tetapi mendukung pembangunan dalam sikap resmi di internal Dewan. "Saya katakan, tidak ada back stage dan front stage communication. Kami memang setuju, tetapi ada angka yang perlu dirasionalisasi dan revisi terhadap desain yang ada," ujar Rommy.

Meski telah dinyatakan sebagai keputusan, berlanjutnya pembangunan gedung baru DPR masih mendapatkan protes dari sejumlah fraksi. Tak hanya Fraksi PPP yang mempertanyakan penjelasan pimpinan DPR, sejumlah fraksi lainnya juga melakukan hal yang sama. Sejumlah fraksi tersebut antara lain Fraksi Demokrat dan Fraksi PKB. Mereka menilai, keputusan rapat konsultasi bukan murni hanya menyetujui, melainkan terdapat sejumlah catatan yang juga harus dijelaskan kepada publik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau