Kekuatan Tersembunyi Rambut

Kompas.com - 12/04/2011, 14:30 WIB

Kompas.com - Kendati fungsi utama rambut adalah untuk mencegah hilangnya panas dari kepala tetapi setiap helainya begitu berharga sehingga orang rela mengeluarkan banyak uang untuk membuatnya tetap indah. Rambut kini telah menjadi bagian dari pencitraan.

Dalam sejarah, rambut melambangkan kelas sosial, keyakinan agama dan bagian dari pemberontakan anak pada orangtuanya. Dalam dunia dongeng, rambut punya peran tersendiri. Sebut saja Samson yang menggunakan rambut untuk menyimpan kekuatannya atau Rapunzel yang menggunakan rambutnya sebagai tangga bagi sang Pangeran menaiki menara tempatnya di kurung.

Seperti sel kulit, rambut tumbuh dan rontok secara teratur. Rambut terdiri dari keratin, yaitu sejenis protein yang sama dengan yang membentuk kuku dan lapisan luar kulit. Walaupun terlihat lemah, namun sebenarnya rambut menyimpan kekuatan dan kemampuan tak terduga.

1. Membersihkan tumpahan minyak

Tahun 2007 ketika terjadi tumpahan minyak di teluk San Francisco, para relawan pecinta lingkungan menggunakan semacam lap yang terbuat dari rambut manusia untuk membersihkan pantai. Rambut ternyata menyerap minyak dari air dan bekerja seperti spons alami.

2. Sebagai bahan pembuat saus kedelai

The Internet Journal of Toxicology melaporkan sebuah perusahaan di China yakni Hongshuai Soy Sauce menjual produk mereka yang diklaim menggunakan teknologi bioengineering termutakhir. Dengan harga lebih mudah dari pesaingnya, saus kedelai tersebut menjadi produk yang laris di China.

Ternyata ketika diselidiki diketahui perusahaan itu tidak menggunakan asam amino yang berasal dari kedelai dan gandum, tetapi asam amino yang berasal dari rambut manusia yang dikumpulkan dari salon-salon.

3. Pajak janggut

Peter the Great termasuk dalam salah satu Kaisar Rusia yang tersohor. Karena ia ingin penduduk di kekaisarannya meniru gaya orang Barat, ia memerintahkan semua untuk mengadopsi gaya fashion ala Barat dan para pria diwajibkan memiliki janggut yang bersih.

Jika ada pria yang menolak mencukur janggutnya maka ia akan dikenai pajak sebesar 100 rubel. Raja Hendry VIII menerapkan pajak serupa ketika memerintah.

4. Orang Berambut merah mungkin Alien Ada suatu teori konspirasi yang menyebutkan orang-orang berambut merah adalah hasil perkawinan alien dengan manusia. Makanya kebanyakan raja dan ratu di Eropa memiliki rambut merah dan lebih bijaksana.

Walaupun terdengar tak masuk akal, namun ternyata wanita yang memiliki rambut merah lebih sering mengalami perdarahan. Karena itu dokter melakukan persiapan persalinan yang lebih kompleks untuk mereka. Jumlah helaian rambut pada kelompok orang berambut merah juga lebih sedikit, yakni 90.000 helai, dibanding orang yang berambut pirang atau cokelat yang memiliki 140.000 helai.

5. Rambut manusia pernah dipakai sebagai perhiasan

Para era Victoria, banyak wanita yang menggunakan perhiasan yang dibuat dari rambut orang yang mereka kasihi dan sudah meninggal. Karena pada masa itu belum jamak lembaran foto maka rambut abu-abu nenek mereka menjadi perhiasan yang populer.

Kemudian lama kelamaan berkembang seni rambut dan menjadi bagian dari fashion. Walau terdengar tidak wajar, tapi sampai sekarang ada beberapa situs yang menjual seni rambut antik, bahkan rambut yang diklaim milik orang-orang terkenal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau