Hamil Berolahraga, Jantung Bayi Lebih Kuat

Kompas.com - 15/04/2011, 09:24 WIB

KOMPAS.com - Meski penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu di dunia, namun belum banyak orang yang peduli untuk menjaga kesehatan jantungnya. Padahal, merawat jantung bisa dimulai sejak sebelum bayi dilahirkan.

Penelitian terbaru menunjukkan ibu hamil yang rajin berolahraga akan melahirkan bayi yang kondisi jantungnya lebih sehat dibandingkan ibu  hamil yang pasif.

Tim peneliti dari Kansas City University of Medicine and Biosciences Amerika Serikat  melibatkan 61 perempuan sehat berusia 20-35 tahun dalam pilot project riset  mengenai olahraga, kehamilan dan jantung janin.

Separuh responden berolahraga secara teratur selama masa kehamilan, baik itu jogging, jalan cepat atau olahraga ringan lain minimal 3 kali dalam seminggu. Beberapa juga melakukan olahraga beban dan yoga.

Sementara itu sebagian responden tidak berolahraga secara rutin, namun tetap beraktivitas secara normal. Untuk mengetahui kesehatan jantung janin, para responden diminta melakukan pemeriksaan laboratorium saat kehamilan memasuki minggu 28, 32 dan 36.

Sebelumnya, sebuah penelitian pernah mengungkap bahwa detak jantung janin ikut meningkat saat sang ibu berolahraga. Namun Dr.Linda E. May, yang melakukan riset ini ingin mengetahui apakah olahraga yang dilakukan ibu berpengaruh jangka panjang pada kesehatan jantung janin.

Ternyata, bayi dari rahim ibu yang rajin berolahraga memang memiliki jantung lebih kuat, bahkan setelah bayi dilahirkan. "Efeknya terutama terlihat pada bayi yang ibunya berolahraga lebih sering," kata May.

Ia menjelaskan, meski calon ibu dan janin memiliki sistem jantung dan sirkulasi darah yang terpisah, namun hormon tertentu yang dikeluarkan ketika ibu berolahraga akan diteruskan pada janinnya melalui plasenta.

Teori lainnya menyatakan tarikan napas dan detak jantung yang meningkat ketika ibu berolahraga akan terdengar oleh janinnya yang direspon oleh jantung bayi. Tubuh bayi kemudian beradaptasi dengan menyamakan ritme jantungnya dengan irama jantung ibunya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau