Pembajakan kapal mv sinar kudus

Kondisi ABK Berangsur-angsur Membaik

Kompas.com - 15/04/2011, 19:49 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Pembajakan kapal MV Sinar Kudus oleh perompak Somalia masih terus berlanjut. Kabar terakhir yang didapatkan, kondisi kesehatan 20 ABK yang disandera perompak mulai membaik. Kabar tersebut didapat seusai kontak dari Masbukhin, mualim 1 kapal kepada keluarganya di Kediri, Jawa Timur, Kamis (14/4/2011) malam.

Dalam kontak via telepon tersebut, Masbukhin menceritakan kondisinya. Hasil percakapan tersebut, Yunita, istri Masbukhin, mengatakan bahwa kondisi para ABK yang sebelumnya sakit kini berangsur-angsur membaik.

"Kata bapak, alhamdulillah mulai membaik," tutur Yunita, Jumat (15/4/2011) Yunita menambahkan, hanya saja Slamet Riyadi (58), yang sebelumnya dikabarkan sakit keras, hingga kini kondisinya belum membaik. "Hanya saja, Pak Slamet Riyadi yang masih membutuhkan perawatan," ujar Yunita tanpa menyebut sakit yang diderita.

Hingga kini, sudah sebulan kapal pengangkut bijih nikel dari Pomala, Sulawesi, menuju Rotterdam tersebut dibajak oleh perompak Somalia dengan beberapa nilai tebusan. Awalnya sebesar 2,6 juta dollar AS, lalu naik menjadi 3,5 juta dollar AS dan sempat turun ke level 3 juta dollar AS. (k20-11) Sender agus

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau