Kader partai golkar

Aburizal Bakrie: Jangan Jadi Kutu Loncat

Kompas.com - 15/04/2011, 21:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengingatkan para kadernya untuk tetap memiliki ideologi, visi, atau kerangka pemikiran yang kokoh terhadap sebuah perjuangan. Dengan demikian, para kader tidak akan menjadi "kutu loncat" karena mudah terombang-ambing, goyah, atau bersikap pragmatis dalam kehidupan, termasuk dalam kehidupan politik.

"Misalnya dengan bergonta-ganti partai dan afiliasi politik, serta mengambil sikap hanya dengan melihat arah angin yang sedang bertiup," kata Aburizal di Gedung DPP Partai Golkar, Jumat (15/4/2011) malam.

Menurut Aburizal, perilaku "kutu loncat" merupakan bentuk pragmatisme politik yang tidak sesuai dengan ideologi suatu partai. Hanya saja, kata dia, bagi Golkar, kader yang berpindah lebih karena tak mampu lagi berkompetisi dengan kader-kader lainnya.

"Bagi Partai Golkar, kalau ada berpindah, itu terjadi karena desakan dari kader-kader Golkar yang berlapis-lapis, yang semuanya sangat bermutu dan pandai. Sehingga bagian yang di atas tidak mampu berkompetisi dengan kader-kader lain yang di bawahnya. Tetapi Golkar akan mengisi lagi dengan kader-kader yang sama bobotnya," ujarnya.

Baca juga: DPR Coba Kaji "Twin Tower"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau