JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto membantah eksepsi terdakwa kasus dugaan suap cek perjalanan Panda Nababan yang menyebutkan Bibit membawa cukong saat bertemu dengannya. Pertemuan itu dilangsungkan sebelum mengikuti uji kepatuhan dan kelayakan sebagai pimpinan KPK. Menurut Bibit, dia tidak pernah mengajak cukong saat bertemu dengan Panda. Cukong yang hadir dalam pertemuan Bibit dan Panda di Hotel Hilton tersebut adalah teman Panda.
"Saya dikenalkan oleh temannya Panda (itu) ke Panda," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/4/2011).
Dalam eksepsinya, Panda menyebutkan, dalam pertemuan itu cukong yang menurutnya teman Bibit itu bertanya kepadanya mengenai dana yang harus disiapkan untuk fraksi-fraksi di DPR terkait fit and proper test Bibit.
"Saudara Bibit tahu betul itu. Pada waktu itu dengan tegas saya katakan, 'Tidak ada dana untuk pemilihan ini'," kata politisi senior PDI Perjuangan ini.
Ia juga menuding Wakil Ketua KPK lainnya, Chandra M Hamzah. Menurut Panda, Chandra membawa temannya yang seorang pengusaha saat bertemu dengannya selaku anggota Komisi Hukum DPR sebelum uji kepatutan dan kelayakan.
"Teman pengusahanya itu juga bertanya kepada saya, apakah ada dana untuk pemilihan ketua KPK. Saya bilang tidak," ucap Panda.
Terkait eksepsi Panda yang menyebutkan namanya, Chandra enggan berkomentar. "No comment," katanya.
Pertemuan Panda dengan Bibit dan Chandra tersebut kemudian diupayakan pihak Panda sebagai pembanding pertemuan dirinya dengan Miranda di Hotel Dharmawangsa yang kemudian dijadikan salah satu bukti oleh penyidik untuk menetapkan Panda sebagai tersangka. Oleh karena itu, Panda pernah meminta Bibit dan Chandra menjadi saksi meringankan baginya. "Eh, malah menolak (jadi saksi meringankan)," kata Panda dalam eksepsinya.
Terkait penolakan sebagai saksi meringankan, Bibit yang dikonfirmasi hari ini mengaku menolak permintaan Panda dengan alasan akan menimbulkan konflik kepentingan. Sementara Chandra enggan berkomentar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang