Kasus cek perjalanan

Bibit: Cukong Itu Teman Panda

Kompas.com - 21/04/2011, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto membantah eksepsi terdakwa kasus dugaan suap cek perjalanan Panda Nababan yang menyebutkan Bibit membawa cukong saat bertemu dengannya. Pertemuan itu dilangsungkan sebelum mengikuti uji kepatuhan dan kelayakan sebagai pimpinan KPK. Menurut Bibit, dia tidak pernah mengajak cukong saat bertemu dengan Panda. Cukong yang hadir dalam pertemuan Bibit dan Panda di Hotel Hilton tersebut adalah teman Panda.

"Saya dikenalkan oleh temannya Panda (itu) ke Panda," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Dalam eksepsinya, Panda menyebutkan, dalam pertemuan itu cukong yang menurutnya teman Bibit itu bertanya kepadanya mengenai dana yang harus disiapkan untuk fraksi-fraksi di DPR terkait fit and proper test Bibit.

"Saudara Bibit tahu betul itu. Pada waktu itu dengan tegas saya katakan, 'Tidak ada dana untuk pemilihan ini'," kata politisi senior PDI Perjuangan ini.

Ia juga menuding Wakil Ketua KPK lainnya, Chandra M Hamzah. Menurut Panda, Chandra membawa temannya yang seorang pengusaha saat bertemu dengannya selaku anggota Komisi Hukum DPR sebelum uji kepatutan dan kelayakan.

"Teman pengusahanya itu juga bertanya kepada saya, apakah ada dana untuk pemilihan ketua KPK. Saya bilang tidak," ucap Panda.

Terkait eksepsi Panda yang menyebutkan namanya, Chandra enggan berkomentar. "No comment," katanya.

Pertemuan Panda dengan Bibit dan Chandra tersebut kemudian diupayakan pihak Panda sebagai pembanding pertemuan dirinya dengan Miranda di Hotel Dharmawangsa yang kemudian dijadikan salah satu bukti oleh penyidik untuk menetapkan Panda sebagai tersangka. Oleh karena itu, Panda pernah meminta Bibit dan Chandra menjadi saksi meringankan baginya. "Eh, malah menolak (jadi saksi meringankan)," kata Panda dalam eksepsinya.

Terkait penolakan sebagai saksi meringankan, Bibit yang dikonfirmasi hari ini mengaku menolak permintaan Panda dengan alasan akan menimbulkan konflik kepentingan. Sementara Chandra enggan berkomentar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau