SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan waria, Kamis (21/4/2011) siang mendatangi kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura, Surabaya. Mereka menggelar aksi menuntut Pemerintah tidak melakukan diskriminasi dalam pelayanan kesehatan terhadap waria maupun perempuan yang positif mengidap HIV/AIDS.
Dengan dandanan dan gaya yang khas, mereka berorasi sambil membentangkan poster di antaranya bertuliskan 'Kami Juga Manusia', 'Jangan Bedakan Kami', dan 'Hapus Stigma Negatif ODHA'.
Koordinator Pokja Perempuan Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI), Dini Susanti mengatakan, selama ini mereka merasa mendapat perlakuan diskriminatif jika berobat ke rumah sakit, alasan utamanya karena mereka positif mengidap HIV/AIDS.
Contoh paling mudah menurutnya, saat melakukan pemeriksaan, mereka menggunakan sarung tangan. Padahal menurut standar operasional pelayanan, tidak perlu menggunakan sarung tangan. 'Itu contoh kecil perlakuan diskriminasi, dan masih banyak lagi jenis perlakuan diskriminatif lainnya,' katanya.
Karena itu, melalui momen Hari Kartini ini, dia mendesak pemerintah agar mempermudah akses layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan dan waria penderita HIV/AIDS.
Pemerintah pun harus meningkatkan mutu layanannya, menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS dengan pendekatan kemanusiaan, serta memberikan pelayanan gratis pada warga yang kurang mampu.
Selain JOTHI, aksi tersebut juga didukung oleh Persatuan Waria Kota Surabaya, dan Women Impowerman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang