Tinju

Floyd Amati Pacquiao Vs Mosley

Kompas.com - 30/04/2011, 04:08 WIB

Manila, Kamis - Floyd Mayweather Jr, sekalipun tidak lagi aktif di pentas tinju dunia, berharap untuk mengamati pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas welter terakbar tahun ini.

Seperti telah diketahui, Manny Pacquiao (32), juara dunia di delapan kelas yang berbeda, akan bertarung menghadapi Sugar Shane Mosley (39) pada 7 Mei nanti di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat.

Pacquiao yang kini menjadi senator di negerinya, Filipina, dan Shane Mosley bakal bertarung di kelas welter.

”Saya dapat memastikan diri bahwa saya bakal mengamati pertarungan tersebut,” kata Mayweather Jr, mantan juara dunia tidak terkalahkan di kelas welter sejak tahun 1987.

Mayweather Jr, yang merupakan pemegang medali perunggu kelas bulu Olimpiade 1996 Atlanta, mengisahkan, tidak seperti dirinya, anaknya justru akan melihat langsung pertarungan tersebut di MGM Grand Arena. Itu disebabkan tempat pertarungan antara Pacquiao dan Mosley tidak terlalu jauh dari rumahnya di Las Vegas.

Putranya bahkan akan memberikan perhatian khusus pada pertarungan tersebut. ”Dia pasti akan menonton langsung di MGM Grand Arena sekalipun saya ragu apakah dia bisa sampai ke dalam tempat pertarungan tersebut,” katanya.

Makin dekat

Semakin hari pertarungan antara Pacquiao dan Mosley semakin dekat. Dalam pertarungan pada 7 Mei nanti, Pacquiao akan mempertahankan gelar juara dunia kelas welter versi WBO.

Mayweather Jr juga pernah bertarung, bahkan mengalahkan Mosley dalam partai mereka tanggal 1 Mei 2010. Dalam pertarungan 12 ronde yang berlangsung di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Nevada, Mayweather Jr menang angka mutlak.

Partai tersebut menjadi pertarungan ke-41 bagi Mayweather Jr dan tidak pernah kalah sama sekali. Dari ke-41 kemenangannya itu, Mayweather Jr mampu menang knock out (KO) sebanyak 25 kali.

Rekor tersebutlah yang membuat banyak promotor ingin mempertemukan Mayweather Jr dengan Pacquiao yang mampu menjadi juara di delapan kelas berbeda.

Pertarungan antara Mayweather Jr dan Pacquiao yang didengung-dengungkan sebagai pertarungan terakbar abad ini tampaknya tidak mungkin terwujud dalam waktu dekat.

Pacquiao hingga saat ini masih belum mau memenuhi persyaratan yang disampaikan Mayweather Jr, yakni melakukan tes darah dengan sistem yang disetujui Badan Antidoping Dunia (WADA).

Bahkan, Mayweather Jr meminta pengambilan darah untuk pemeriksaan doping tersebut harus dilakukan sebelum ataupun setelah pertarungan mereka berdua berakhir. Angan-angan laga tersebut jadi makin jauh.

(AP/NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau