JAKARTA, KOMPAS.com — China mendukung ASEAN agar tetap berperan secara dominan dalam forum kerja sama Asia Timur, kata Perdana Menteri Wen Jiabao pada Sabtu di Jakarta.
"Kerja sama Asia Timur akan berkembang hanya bila ASEAN berperan dominan di dalamnya, intinya adalah ASEAN dan China berkomitmen akan peran ASEAN tersebut," kata PM Wen dalam acara policy speech yang dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, anggota DPR, duta besar, mahasiswa.
Forum kerja sama Asia Timur terdiri atas 10 negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ditambah China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. KTT Asia Timur pada Oktober 2011 direncanakan menerima kehadiran anggota baru, yaitu Amerika Serikat dan Rusia.
"China mendukung AS, Rusia, ataupun Eropa untuk ambil bagian dalam Asia Timur, namun kemandirian dan keragaman negara-negara Asia Timur harus diutamakan," katanya lagi. China, menurut PM China itu, juga menetapkan target senilai 500 miliar dollar AS tahun 2015 untuk angka perdagangan antara China dan ASEAN.
"China mendorong impor produk berkualitas dan investasi ke negara-negara ASEAN untuk membuat kue ekonomi yang lebih besar bagi kepentingan bersama," ujar Wen. Ia juga menyebutkan bahwa peresmian zona perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) memberikan manfaat bagi perusahaan dan rakyat kedua belah pihak.
"Di bidang sosial-budaya, sudah ada 40 aktivitas yang direncanakan untuk dilaksanakan demi mempererat hubungan ASEAN-China mencakup bidang pendidikan dan pariwisata," tambahnya.
Ia menyebut bahwa harapannya pada tahun 2020 ada 100.000 pelajar dari ASEAN yang belajar di China dan mendorong sektor pariwisata dengan target jumlah orang yang melintas kedua wilayah sebesar 15 juta orang pada tahun 2015.
"China juga bersedia dengan tulus dan tanpa syarat membantu negara-negara ASEAN yang masih kurang mampu karena ada pribahasa bahwa lebih baik mengajarkan orang memancing ikan dari pada memberikannya ikan," jelas PM Wen.
China, menurut pemimpin China itu, mendukung negara-negara ASEAN yang masih membangun dengan menolong tersedianya sumber tenaga yang berbakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"China dan ASEAN perlu bergandengan tangan untuk menciptakan stabilisasi kawasan sebab kerukunan membawa keberuntungan, sementara kekacauan membawa kecelakaan," seraya menambahkan bahwa China bersedia ikut menjaga kelancaran tranportasi di sekitar Selat Malaka dari ancaman tradisional maupun nontradisional.
Dalam bagian lain pidatonya, PM Wen juga kembali menyebutkan kerja sama Indonesia-China yang baru disepakati dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu peningkatan volume kerja sama ekonomi hingga 80 miliar dollar AS pada 2015, pemberian kredit lunak sebesar satu miliar dollar AS, dan pagu pendanaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang